Hindari 6 Makanan Berisiko Tinggi yang Menyebabkan Kanker

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kentang goreng (Pixabay.com)

    Ilustrasi kentang goreng (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada beberapa makanan yang kita konsumsi dalam kehidupan sehari-hari yang dapat meningkatkan kemungkinan berkembangnya berbagai jenis kanker. Sementara makan sehat dan berwarna hijau adalah kunci untuk kesehatan, kekebalan, dan regenerasi sel yang baik. Sebaliknya, beberapa makanan menyebabkan degenerasi sel dan disintegrasi seluruh sistem tubuh.

    “Daripada menunjuk makanan tertentu yang dapat menyebabkan kanker, ini lebih tentang 'jenis' makanan. Oleh karena itu, konsumsi berlebihan semua makanan olahan/halus, makanan yang diawetkan, makanan berwarna, dan daging dapat menyebabkan kanker dalam jangka panjang,” kata Dr. Mickey Mehta, Global Leading Holistic Health Guru & Corporate Life Coach.

    Selain itu, makanan yang di-microwave juga telah terbukti menurunkan sel-sel di dalam tubuh. Meletakkan sebungkus popcorn dalam microwave adalah salah satu cara termudah untuk menyiapkan camilan cepat saat menonton film, tetapi Mehta mengatakan, kantong popcorn melepaskan zat yang disebut PFOA yang bercampur dengan jagung saat dipanaskan dalam microwave. “PFOA telah dikaitkan dengan kanker pankreas, ginjal, hati, dan kandung kemih,” katanya.

    Aman Puri, Pendiri, Steadfast Nutrition, menekankan fakta bahwa karsinogen adalah zat yang secara langsung berkontribusi pada risiko perkembangan kanker. "Berlawanan dengan kepercayaan populer, bukan hanya faktor lingkungan yang menyebabkan kanker - ada juga makanan tertentu yang cenderung memperburuk risiko penyakit," kata Puri.

    Sejak September adalah Bulan Kesadaran Kanker Anak, Rahim, Ovarium, Prostat, dan Tiroid, berikut adalah daftar makanan yang menjadi penyebab utama dalam meningkatkan kemungkinan kanker, menurut para ahli, seperti dilansir dari laman Pinkvilla.

    1. Keripik Kentang/French Fries

    Ini kaya akan garam, lemak tidak sehat, serta bahan kimia yang disebut akrilamida, yang dihasilkan dari memasak pada suhu ekstrem. "Akrilamida meningkatkan kemungkinan meningkatkan sel kanker dalam tubuh," kata Mehta.

    2. Makanan Kalengan

    Kaleng memiliki lapisan bahan kimia berbahaya yang disebut BPA, yang mengganggu hormon dan dikaitkan dengan kanker. Bahan kimia ini meresap ke dalam makanan kaleng, sehingga berbahaya.

    3. Minuman Bersoda

    Semua minuman dingin mengandung banyak gula, yang meningkatkan kemungkinan sel kanker. “Selain itu, bahan kimia dan pewarna buatan yang digunakan dalam minuman soda tersebut semakin menambah risiko kanker,” jelas Mehta.

    4. Tepung Putih

    Saat tepung diproses, gas klorin digunakan untuk memutihkan tepung, yang memicu sel kanker. “Selain itu, tepung olahan tersebut memiliki indeks glikemik tinggi, yang meningkatkan kadar glukosa darah dan insulin,” kata Mehta.

    5. Daging merah dan olahan

    Daging merah termasuk daging sapi, sapi muda, babi, domba, dan kambing. Daging olahan diklasifikasikan sebagai daging yang telah diasinkan, diawetkan, difermentasi, diasap, atau mengalami proses lain untuk meningkatkan rasa atau meningkatkan umur simpannya. Ini termasuk hot dog, burger, ham dan bacon dan sebagainya. “Risiko kanker, khususnya kanker kolorektal, semakin tinggi dengan konsumsi daging merah dan daging olahan, karena mengandung mutagen dan karsinogen. Mutagen mengubah informasi genetik dengan mengubah DNA, dan karsinogen dikenal sebagai agen penyebab kanker,” jelas Puri.

    6. Produk gula dan roti

    Makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat meningkatkan risiko kanker dan harus dikonsumsi dalam jumlah sedang. Indeks glikemik suatu makanan didefinisikan sebagai tingkat kenaikan kadar gula darah setelah mengonsumsi makanan kaya karbohidrat. Makanan seperti soda, permen, minuman ringan, produk roti, permen, jus buah, dan roti putih memiliki indeks glikemik yang tinggi. “Seseorang harus menghilangkan ini dari makanan karena sel kanker menggunakan gula sebagai bahan bakar utama mereka,” saran Puri.

    Baca juga: Kanker Ovarium Sulit Dideteksi, Waspada Jika Mengalami Gejala Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.