Alat Masak Silikion Banyak Dipilih Gantikan Stainless, Amankah untuk Kesehatan?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi alat masak silikon (Pixabay)

    Ilustrasi alat masak silikon (Pixabay)

    TEMPO.CO, Jakarta - Makan sehat tergantung dari banyak faktor. Bukan hanya pilihan bahan makanan atau cara memasak, peralatan yang digunakan pun menjadi pertimbangan penting. Belakangan ini muncul tren alat masak silikon, seperti spatula, sendok, sikat, cetakan, sampai penjepit makanan yang menggantikan alat dari aluminium, kayu, atau stainless. Peralatan silikon dikatakan fleksibel dan tahan lama, juga tidak merusak panci atau wajan antilengket.

    Namun, apakah peralatan silikon ini aman digunakan untuk memasak? Lakshita Jain, ahli gizi klinis bersertifikat di India, mengatakan bahwa silikon adalah sintetis (karet) yang mengandung silikon terikat dan oksigen, juga beberapa mengandung karbon. Orang sering menganggap silikon sebagai plastik, padahal bahan ini dibuat dari silika atau pasir kuarsa.

    “Untuk mencapai ini, silika, mineral kuarsa yang berlimpah di pasir, dipanaskan hingga 1.800 derajat Celcius. Silikon yang dihasilkan didinginkan dan digiling sampai menjadi bubuk halus,” kata dia, dikutip dari indianexpress.com, Ahad, 12 September 2021.

    Menurutnya, produk silikon di industri menggunakan silika gel biasa, dan silika gel food grade digunakan pada produk yang bersentuhan dengan makanan.

    Jika tak yakin dengan kualitas peralatan dapur silikon, Jain membagikan dua cara untuk menilainya. Pertama, mencium baunya. Silikon biasa memiliki bau yang kuat. Meskipun beberapa gel silika food grade juga agak bau, lama kelamaan baunya hilang setelah jangka waktu tertentu dan aman untuk digunakan.

    Kedua, dengan sentuhan. Gel silika food grade memiliki ketangguhan dan elastisitas yang baik. Tidak mudah untuk mengubah bentuk secara permanen dengan menarik. Produk silikon biasa mudah berubah bentuk dan kasar saat disentuh.

    Jika kualitas silikon baik, ada beberapa keuntungan menggunakan peralatan masak ini. 

    -Biaya rendah karena tidak korosif sehingga bisa tahan lama.

    - Peralatan dapur silikon dapat menahan suhu tinggi hingga 428 derajat Fahrenheit atau 220 derajat Celcius. Ini bagus untuk mengukus dan memanggang.

    -Mereka fleksibel. Bahkan dengan perubahan suhu yang tiba-tiba, alat masak ini hampir tidak mengembang atau menyusut. Itulah sebabnya mengapa bakeware silikon dapat dipindahkan dari freezer ke oven tanpa retak.

    -Selain mudah bau, alat masak silikon tidak mudah berubah warna.

    -Aman untuk anak-anak

    Keuntungan lainnya, alat masak silikon lebih ramah daripada plastik. “Silikon tidak dapat terurai secara hayati, tetapi lebih ramah lingkungan daripada plastik. Plastik kurang tahan lama dibandingkan silikon sehingga lebih sering diganti, menyebabkan lebih banyak limbah,” kata ahli gizi.

    Baca juga: 7 Kesalahan yang Membuat Peralatan Dapur Cepat Rusak

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.