5 Mitos Pernikahan Beracun yang Dapat Merusak Hubungan

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

Ilustrasi pasangan. Freepik.com/Proostoleh

TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian besar orang dewasa menginginkan pernikahan. Ada yang ingin memiliki keturunan, menjalani kehidupan, memperluas persaudaraan, dan sebagainya. Pernikahan yang bahagia memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, kekayaan, dan kepuasan pribadi.

Namun ada banyak mitos mengenai pernikahan. Sebab itu Anda benar-benar memahami hal-hal umum yang biasanya Anda pikir adalah semua yang Anda butuhkan ketika Anda menikah sebenarnya tidak. Berikut adalah lima mitos pernikahan yang dapat menantang bahkan pernikahan yang paling menjanjikan, seperti dilansir dari laman Your Tango.

1. Cinta adalah semua yang Anda butuhkan

Komunikasi, nilai-nilai bersama, toleransi, harapan yang realistis, komitmen, dan kebaikan hanyalah beberapa persyaratan yang diperlukan untuk pernikahan yang baik. Meski Anda berharap cinta adalah semua yang Anda butuhkan untuk memiliki pernikahan yang bahagia dan sukses, tetapi  bukan itu masalahnya. Jadi, sebelum Anda mengatakan "Saya bersedia", lakukan percakapan sulit yang perlu terjadi sehingga Anda berada di halaman yang sama. Ini akan membuat Anda tidak dibutakan di kemudian hari setelah bulan madu.

2. Anda saling melengkapi

Saling melengkapi jelas merupakan manfaat dari hubungan yang baik, tetapi mengharapkan orang lain untuk menebus kekurangan Anda adalah harapan yang tidak realistis. Dan Anda tidak dapat memperbaiki pasangan Anda, jadi Anda harus mencintai mereka apa adanya dan menerima masa lalu mereka. Anda adalah siapa Anda dan tidak ada yang bisa mengubah Anda atau pasangan Anda.

3. Anda berbagi segalanya

Berbagi mungkin peduli, tetapi berbagi segalanya juga tidak realistis. Apa yang akan dibagikan dan apa yang akan disimpan terpisah berbeda untuk setiap pasangan. Mengatakan pada diri sendiri sebaliknya hanya menciptakan masalah lain.

4. Buah hati membawa kebahagiaan

Banyak anggapan kehadiran anak membuat hubungan kedua orang tua bertambah dekat, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa kelahiran anak pertama sering membuat orang tua terpisah. Memiliki bayi dapat membuat hubungan Anda tegang dan frustasi, terutama jika Anda tidak cukup tidur.

5. Semuanya akan sesuai dengan pihak yang benar 

Seberapa sering Anda mendengar orang berpisah karena "seharusnya tidak terlalu sulit"? Meskipun mungkin ada beberapa kebenaran untuk itu, mengharapkan hubungan berjalan dengan autopilot jika itu benar menghilangkan semua tanggung jawab dari hanya dua orang yang dapat membuatnya bekerja.

Baca juga: Nana Mirdad Ungkap Kiat Menjaga Pernikahannya Selalu Harmonis






Kisah Mempelai Menikah di Tengah Puing-puing Bangunan Ambruk Akibat Gempa Cianjur

14 jam lalu

Kisah Mempelai Menikah di Tengah Puing-puing Bangunan Ambruk Akibat Gempa Cianjur

Wajah haru bercampur bahagia terpancar dari wajah dua mempelai yang melangsungkan pernikahan di tengah puing-puing bencana gempa Cianjur


6 Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Pasangan sebelum Melangkah Lebih Jauh

1 hari lalu

6 Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Pasangan sebelum Melangkah Lebih Jauh

Semakin banyak tahu tentang pasangan membantu melalui setiap potensi konflik yang akan terjadi di masa depan.


Sebelum Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Menjalani Pingitan, Apa Itu?

1 hari lalu

Sebelum Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Menjalani Pingitan, Apa Itu?

Kaesang Pangarep dan calon istrinya Erina Gudono sedang menjalani masa pingitan


Kaesang Pangarep Tidak Hadiri Rapat Kumbokarnan Pernikahan di Solo, Jokowi: Dia Dipingit...

1 hari lalu

Kaesang Pangarep Tidak Hadiri Rapat Kumbokarnan Pernikahan di Solo, Jokowi: Dia Dipingit...

Ketidakhadiran Kaesang Pangarep dalam rapat terakhir acara pernikahannya yang dipimpin langsung Presiden Jokowi itu menjadi bahan pertanyaan.


Mengenal Istilah Gaslighting yang jadi Word of The Year 2022

1 hari lalu

Mengenal Istilah Gaslighting yang jadi Word of The Year 2022

Gaslighting sering dikaitkan dengan penipuan dan manipulasi, sering terjadi dalam hubungan yang penuh dengan kekerasan.


Keluarga dan Konseling Psikolog, Apa Manfaatnya?

1 hari lalu

Keluarga dan Konseling Psikolog, Apa Manfaatnya?

Psikolog ini berfokus antara lain asesmen keluarga, terapi pasangan, konsultasi, pendidikan dan pelatihan, advokasi kebijakan


3 Tips Kelola Dopamin dari Psikiater

1 hari lalu

3 Tips Kelola Dopamin dari Psikiater

Anda mungkin tahu dopamin sebagai hormon bahagia yang mengaktifkan pusat kesenangan di otak. Bisakah membantu hubungan cinta yang lebih baik?


3 Tips Mengelola Dopamin Agar Hubungan Langgeng

1 hari lalu

3 Tips Mengelola Dopamin Agar Hubungan Langgeng

Kunci hubungan yang sukses (apa pun jenisnya) adalah kemampuan mengelola dopamin Anda dan tetap berada di masa kini


Polda Jateng Kerahkan 2.188 Personel Kawal Ngunduh Mantu Kaesang - Erina Gudono

2 hari lalu

Polda Jateng Kerahkan 2.188 Personel Kawal Ngunduh Mantu Kaesang - Erina Gudono

Polda Jateng menurunkan 2.188 personel pengamanan selama rangkaian pernikahan Kaesang Pengarep dan Erina Gudono dilaksanakan.


4 Tanda Hubungan Berakhir dan Menuju Kegagalan

3 hari lalu

4 Tanda Hubungan Berakhir dan Menuju Kegagalan

Tanda-tanda ini dapat membantu Anda mengetahui apakah hubungan Anda sedang menuju kehancuran atau tidak.