Menu Sarapan para Atlet Olimpiade : Oatmeal, Smoothies, dan Roti Bakar

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi oatmeal. shutterstock.com

    Ilustrasi oatmeal. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet profesional harus mengkonsumsi ribuan kalori untuk bahan bakar latihan, terutama menjelang kompetisi besar seperti Olimpiade. Hampir semua olahraga membutuhkan bahan bakar yang cukup untuk intensitas, meski hanya untuk perlombaan singkat.

    Mayoritas atlet Olimpiade makan makanan yang cukup sehat, tetapi tidak semuanya. Selain kepadatan nutrisi, sebagian besar atlet memiliki menu sarapan seimbang lemak, protein, dan karbohidrat sebagai sumber energi dan membantu pemulihan otot.

    Jika ingin bugar dan punya energi sebesar mereka, intip menu sarapan mereka seperti dilansir dari eatthis.com.

    1. Simone Biles : Oatmeal dan buah

    Simone Biles merayakan peraihan lima medali emasnya pada Kejuaraan Dunia 2019, yang memecahkan rekor. Faktor penundaan kompetisi karena pandemi diduga menambah tekanan para atlet, terlebih mereka tidak dapat ditemani oleh keluarga dan penggemar akibat protokol kesehatan yang ketat. REUTERS/Wolfgang Rattay

    Pesenam Amerika Serikat Simon Biles memiliki intuisi yang bagus untuk pilihan menu sarapannya, sama seperti mengetahui kapan harus mengundurkan diri dari Olimpiade untuk menjaga kesehatan mental dan fisiknya. 

    Menurut dia, dia tak terlalu ketat soal makanan. "Saya makan apa yang saya rasa enak dan mencoba untuk tidak makan berlebihan atau makan sendiri karena saya selalu di gym," kata dia kepada Women's Health 2020 lalu. 

    Dia mengatakan untuk pesenam, pengetatan dapat menyebabkan masalah makan. "Saya hanya makan apa yang saya tahu saya bisa dan harus."

    Biles bangun lebih awal sebelum jam 7 latihannya, jadi kadang-kadang dia mencoba menu sarapan cepat dan kadang-kadang tidak. Tapi ketika dia punya waktu untuk makan, dia memilih oatmeal atau buah.

    Naomi Osaka : Smoothie hijau dan roti gandum 

    Naomi Osaka saat tampil di Olimpiade Tokyo, 25 Juli 2021. REUTERS/Edgar Su

    Juara tunggal Grand Slam empat kali dan juara bertahan di AS Terbuka dan Australia Terbuka, Naomi Osaka, cukup fleksibel dengan sarapannya di pagi hari. Osaka, yang memiliki kesepakatan sponsor dengan BodyArmor Lyte, langsung minum segera setelah dia bangun dari tempat tidur.

    "Biasanya, ketika saya bangun di pagi hari, hal pertama yang saya lakukan adalah minum smoothie yang dibuat oleh pelatih saya Yutaka [Nakamura]," katanya kepada PureWow pada April.

    Smoothie itu terdiri dari kangkung, bayam, Coconut BodyArmor Lyte, kiwi. "Kemudian biasanya saya makan roti gandum hitam dengan salmon asap dan alpukat," kata dia. 

    3. Katie Ledecky : Roti bakar selai kacang

    Perenang Amerika, Katie Ledecky, meraih emas nomor 1.500 meter gaya bebas Olimpiade Tokyo. REUTERS/Kai Pfaffenbach

    Katie Ledecky, perenang AS dan peraih medali emas Olimpiade lima kali, menyantap sarapan ringan yang tidak akan membebaninya di kolam renang.

    "Latihan renang pertama saya adalah pukul 06:15, jadi saya biasanya bangun 30 menit sebelumnya. Sebelum menyelam ke kolam, saya biasanya makan granola bar atau roti panggang selai kacang dan pisang," katanya kepada PureWow pada September. 2019.

    Menurut peraih dua medali emas di Olimpiade Tokyo ini, makanan itu merupakan opsi pra-latihan yang bagus karena memberinya energi yang cukup untuk melalui latihan pagi hari, tanpa membuatnya merasa terlalu berat atau kenyang. 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.