Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu Hamil Akan Mulai Bulan Ini, Cek Syaratnya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menolak janin atau ibu hamil. shutterstock.com

    Ilustrasi menolak janin atau ibu hamil. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada awal vaksin Covid-19 tiba, pemerintah belum menyarankan ibu hamil untuk mendapatkan vaksinasi. Namun demikian, kian banyak ibu hamil yang terpapar virus corona. Di antara mereka ada yang sembuh, namun ada pula yang tak tertolong.

    Wakil Ketua Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia atau IDI, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Ari Kusuma Januarto mengatakan, saat ini sekitar 18 sampai 19 persen ibu hamil meninggal akibat Covid-19 di Indonesia. "Di Depok ada dua ibu hamil yang meninggal karena kesulitan mencari rumah sakit," kata Ari dalam konferensi pers daring tentang Vaksinasi Ibu Hamil pada Jumat, 30 Juli 2021.

    Ari Kusuma yang juga Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia atau POGI memperkirakan vaksinasi untuk ibu hamil dimulai pada Agustus 2021. Dia menjelaskan, selama ini POGI memang belum merekomendasikan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil. "Namun demikian, bukan berarti kami tidak memproses atau mempertimbangkannya," ucap dia.

    Musababnya, daya tahan tubuh ibu hamil yang cenderung lebih rendah dibandingkan yang lain. Ini juga menjadi pertimbangan bagi Kementerian Kesehatan dalam memberikan vaksin. Yang jelas, Ari Kusuma melanjutkan, tidak semua ibu hamil bisa divaksin. Harus dicek betul bagaimana kondisinya.

    Berikut persyaratan ibu hamil yang boleh divaksinasi:

    • Pemeriksaan awal
      Ari Kusuma mensyaratkan ibu hamil yang akan disuntik vaksin Covid-19 untuk menjalani pemeriksaan awal guna menghindari preeklampsia. Pemeriksaan awal itu meliputi pengecekan tekanan darah, ulu hati, dan lain-lain.

    • Usia kehamilan
      Ari Kusuma menjelaskan ibu hamil yang boleh menerima vaksinasi Covid-19 adalah yang usia kandungannya lebih dari 13 minggu hingga cukup bulan.

    • Jangan ada penyakit bawaan
      Ibu hamil yang memiliki penyakit bawaan, seperti autoimun atau alergi tidak disarankan mendapatkan vaksinasi Covid-19. "Untuk kasus seperti ini, artinya vaksinasi harus ditunda," kata Ari.

    Sekretaris Jenderal POGI, Budi Wiweko mengatakan saat ini vaksinasi terhadap ibu hamil perlu dipercepat karena persebaran Covid-19 varian Delta begitu masif. Selain daya tahan tubuh turun, kondisi paru-paru dan jantung ibu hamil juga tertekan oleh janin dalam perutnya.

    Budi menjelaskan, semua jenis vaksin Covid-19 aman untuk ibu hamil. Di Amerika, vaksin-vaksin tersebut telah disuntikkan kepada 35 ribu ibu hamil. Dari jumlah itu, sebanyak 897 bayi yang mereka lahirkan tidak menunjukkan pertumbuhan yang terhambat, kelainan, maupun kematian.

    LAURENSIA FAYOLA

    #CuciTangan #JagaJarak #PakaiMasker #DiamdiRumah

    Baca juga:
    4 Olahraga yang Aman di Trimester Ketiga Kehamilan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.