Hasil Studi Diet Ini Dapat Menurunkan Risiko dan Tingkat Keparahan COVID-19

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

Ilustrasi wanita diet. Freepik.com/Schantalao

TEMPO.CO, Jakarta - Sudah lebih dari setahun pandemi COVID-19 melanda seluruh dunia. Kini dengan penyebaran varian baru, tidak ada cara yang benar untuk mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Sebuah studi kohort prospektif baru, yang diterbitkan awal pekan ini, mempertimbangkan hubungan antara kualitas diet dan risiko serta tingkat keparahan COVID-19.

Mengingat hubungan yang terbentuk antara faktor gaya hidup, kesehatan metabolisme, dan COVID-19, para peneliti berusaha menyelidiki bagaimana kualitas diet memengaruhi penyakit ini—serta bagaimana hal itu bersinggungan dengan faktor sosial ekonomi.

Menggunakan data dari lebih dari 500 ribu peserta, mereka menilai kualitas diet berdasarkan skala yang menekankan makanan nabati yang sehat, terutama buah-buahan dan sayuran. Selama berbulan-bulan masa tindak lanjut, para peneliti menemukan bahwa pola makan nabati yang sehat dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dan tingkat keparahan COVID-19 yang lebih rendah — dan untuk individu yang tinggal di daerah di mana jenis makanan itu kurang tersedia, asosiasi tersebut mungkin bahkan lebih tinggi.

"Mengatasi determinan sosial kesehatan yang merugikan, seperti gizi buruk, telah terbukti mengurangi beban penyakit menular tertentu di masa lalu," tulis para penulis, "mendukung seruan untuk memprioritaskan determinan sosial kesehatan dalam respons kesehatan masyarakat terhadap COVID- 19."

Pada akhirnya, mereka menemukan bahwa bahkan setelah memperhitungkan perilaku sehat lainnya, determinan sosial kesehatan, dan langkah-langkah penularan virus, data menunjukkan bahwa pola makan sehat dikaitkan dengan risiko COVID-19 yang lebih rendah dan COVID-19 yang parah.

Kembali pada bulan September 2020, tak banyak pembahasan tentang nutrisi selama pandemi COVID-19. CDC hanya membahas nutrisi sekali dalam pedoman "Makanan dan Coronavirus" mereka. Tapi, sayangnya, tidak ada satu pun penyebutan nutrisi sebagai tindakan pencegahan.

Sejak itu, hubungan antara diet, nutrisi, dan tingkat keparahan COVID-19 dan risiko infeksi menjadi lebih banyak dibicarakan. Laporan baru ini menunjuk langsung ke pola makan nabati sebagai diet "terbaik" yang mungkin untuk membantu menurunkan risiko dan tingkat keparahan infeksi. Meskipun ada tindakan pencegahan lain yang dapat Anda ambil untuk mengurangi risiko COVID-19, mungkin mengonsumsi makanan utuh, pola makan nabati dapat membantu melindungi Anda lebih jauh dari penyakit parah. Makanan yang kaya nutrisi pendukung kekebalan seperti seng dan vitamin C juga baik untuk mejaga kebuagara tubuh di masa pandemi. 

Baca juga: Saran Dokter Jika Anak Positif Covid-19

Jangan lupa #PakaiMasker #JagaJarak #CuciTangan #BatasiMobilitas #MenjauhiKerumunan






Jokowi Buka Kongres Kelima Peradilan Konstitusi Dunia di Bali

16 jam lalu

Jokowi Buka Kongres Kelima Peradilan Konstitusi Dunia di Bali

Jokowi berharap Kongres Kelima Peradilan Konstitusi Dunia dapat menjadi forum untuk bertukar pikiran dan bertukar pengalaman.


Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

21 jam lalu

Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

Cairan antiseptik memiliki sejumlah kandungan yang membahayakan sehingga tak dianjurkan digunakan untuk campuran diffuser.


4 Efek Samping Suplemen Diet bagi Kesehatan

1 hari lalu

4 Efek Samping Suplemen Diet bagi Kesehatan

Suplemen diet memiliki efek samping bagi kesehatan, salah satunya adalah dapat menimbulkan kerusakan organ


Benarkan Suplemen Diet Dapat Menurunkan Berat Badan?

1 hari lalu

Benarkan Suplemen Diet Dapat Menurunkan Berat Badan?

Suplemen diet banyak dipilih karena bisa menurunkan berat badan dalam waktu yang cepat. Benarkah demikian?


Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

1 hari lalu

Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

Usai mengidap Covid-19 ternyata dapat mempengaruhi fungsi kogitif otak. Apa efek samping lainnya?


Sinyal Jokowi Cabut Status Pandemi Covid-19, Ini 5 Negara yang Sudah Tak Wajibkan Pakai Masker

2 hari lalu

Sinyal Jokowi Cabut Status Pandemi Covid-19, Ini 5 Negara yang Sudah Tak Wajibkan Pakai Masker

Jokowi memberikan sinyal akan nyatakan pandemi Covid-19 di Indonesia akan berakhir. Negara mana saja yang sudah bebas masker?


PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

2 hari lalu

PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali


Faktor Penyebab Obesitas Bukan Cuma Salah Pola Makan

2 hari lalu

Faktor Penyebab Obesitas Bukan Cuma Salah Pola Makan

Obesitas tentu berpengaruh bagi kesehatan tubuh. Ternyata, penyebab kelebihan berat badan tak hanya soal salah pola makan.


Cara Food Bank Bandung Galang Donasi Makanan Surplus

2 hari lalu

Cara Food Bank Bandung Galang Donasi Makanan Surplus

Gendis dan suaminya mengelola Food Bank Bandung yang mulai bergerak sejak awal pandemi Covid-19 lalu dengan mendirikan Yayasan Akses Mandiri Pangan.


Bugar di Usia 57, Sarah Jessica Parker Terapkan Pola Makan Ini

2 hari lalu

Bugar di Usia 57, Sarah Jessica Parker Terapkan Pola Makan Ini

Sarah Jessica Parker berusia akhir 50-an dan tampak sama menakjubkannya di film barunya Hocus Pocus 2 seperti di Hocus Pocus.