Makanan yang Mengandung Kalsium Lebih Tinggi daripada Segelas Susu Sapi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi susu segar (Pixabay.com)

    Ilustrasi susu segar (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, JakartaKalsium adalah mineral penting untuk membantu menopang tulang. Tubuh tidak memproduksi mineral ini sendiri, jadi perlu dikonsumsi dari makanan atau suplemen. 

    Ada banyak makanan yang mengandung kalsium dalam jumlah yang cukup, selain susu sapi dan produk susu. Satu gelas atau 8 ons susu mengandung sekitar 305 miligram kalsium, menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat. Sebagai referensi, kebanyakan orang dewasa membutuhkan sekitar 1.000 miligram mineral setiap hari.

    Ada banyak makanan yang mengandung lebih banyak kalsium daripada susu sapi. Dilansir dari eatthis.com, inilah empat makanan dengan kandungan kalsium tinggi. 

    1. Tahu

    Setengah cangkir tahu biasa dengan kalsium sulfat mengandung 434 miligram kalsium. Itu 100 miligram lebih banyak daripada yang terkandung dalam segelas susu sapi. 

    2. Bayam

    Satu cangkir bayam matang mengandung 250 miligram kalsium. Jadi jika makan 1/4 cangkir lagi, setara dengan mengonsumsi lebih banyak mineral ini daripada yang didapat dari satu gelas susu sapi.

    3. Susu almond

    Almond adalah sumber kalsium yang baik, mengandung sekitar 75 miligram per ons. Namun, satu cangkir susu almond yang diperkaya bahkan lebih banyak kalsiumnya. 

    4. Sarden dengan tulang

    Sarden mungkin bukan makanan yang paling menarik, kecuali bagi penyuka makanan laut. Namun, satu kaleng sarden 3 ons dengan tulang mengandung sekitar 325 miligram kalsium, lebih banyak 20 miligram daripada segelas susu sapi. 

    Baca juga: Daftar Nutrisi Penting untuk Wanita Setiap Hari, Kalsium Hingga Vitamin B12


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.