Ini Bahaya Memanaskan Daging Berulang Kali

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Resep kalio daging pedas ala Chef Devina Hermawan. (Tangkapan layar Youtube.com/Devina Hermawan)

    Resep kalio daging pedas ala Chef Devina Hermawan. (Tangkapan layar Youtube.com/Devina Hermawan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Memanaskan kembali makanan sebenarnya boleh dilakukan. Namun, makanan tertentu seperti daging, ikan, atau nasi harus dipanaskan kembali secara hati-hati. Dilansir dari laman Frugalinsa, jika makanan telah didinginkan dan disimpan, ketika dipanaskan kembali harusnya makanan tersebut aman dari resiko keracunan makanan.

    Namun, tetap saja memanaskan daging berulang ternyata tidak direkomendasikan dan dapat membahayakan orang yang memakan daging itu. Mendinginkan atau memanaskan kembali daging akan menyebabkan tingginya risiko keracunan makanan.

    Memanaskan makanan berulang dapat mengubah makanan menjadi berbahaya. Selain itu juga merusak nutrisi makanan dan berpotensi menyebabkan keracunan makanan.

    Dilansir dari laman University of Nebraska-Lincoln, jika makanan dibiarkan terlalu lama, bakteri seperti staphylococcus aureus atau staph dapat membentuk racun tahan panas yang tidak dapat dihancurkan dalam proses pemasakan. Bakteri staph paling umum ditemukan di manusia, yaitu di dalam saluran hidung dan tenggorokan, rambut, serta kulit.

    ADVERTISEMENT

    Daging merupakan salah satu makanan yang mudah rusak selain tahu, unggas, makanan laut, produk susu, pasta, nasi, dan sayuran yang dimasak, serta buah dan sayuran yang dipotong atau dikupas. Karenanya dalam proses pemanasannya harus berhati-hati dan tidak direkomendasikan untuk dipanaskan berulang kali.

    AMELIA RAHIMA SARI

    Baca juga: Makanan Dipanaskan Berulang Kali, Ini Bahayanya!


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...