Katherine Schwarzenegger Belajar Hadapi Mom Shaming Online dari Orang Tuanya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Katherine Schwarzenegger. Instagram/@katherineschwarzenegger

    Katherine Schwarzenegger. Instagram/@katherineschwarzenegger

    TEMPO.CO, Jakarta - Perspektif Katherine Schwarzenegger Pratt tentang pelaku mom shaming online sangat dibentuk oleh kehidupan orang tuanya sendiri dalam sorotan publik.

    Wanita berusia 31 tahun itu dan suaminya Chris Pratt memiliki putri Lyla Maria, yang akan berusia 1 tahun bulan depan. Ketika harus menangani komentar kebencian dan troll di media sosial sehubungan dengan pengasuhan, ia sambil memperhatikan orang tuanya Arnold Schwarzenegger dan Maria Shriver menangani kritik saat dia tumbuh dewasa dan membantu pendekatannya terhadap pencela.

    "Orang-orang dapat mengatakan apa pun yang mereka inginkan di balik layar, dan mereka melakukannya," katanya sambil tertawa di podcast Dear Media's Meaning Full Living dengan pembawa acara bersama Hayley Hubbard dan Jessica Diamond, seperti dilansir dari laman People.

    Katherine Schwarzenegger merasa sedikit beruntung tumbuh dengan orang tua yanng cepat menangani kritik, di belakang layar, tertulis atau tatap muka. "Mereka membesarkan saya dengan pemahaman tentang bagaimana menghadapinya dengan cara sebaik mungkin, jelas memahami bahwa Anda masih manusia dan terkadang hal-hal itu menyakitkan," katanya.

    ADVERTISEMENT

    Penulis buku itu melanjutkan bahwa ia melihat banyak hal, apakah itu kritik tentang hal-hal tertentu yang dilakukan sebagai ibu baru atau menjadi istri atau anak perempuan atau saudara perempuan atau perempuan. "Orang memiliki berbagai hal yang berbeda untuk dikatakan, dan mereka akan tulis dan jadilah sangat vokal tentangnya," kata Schwarzenegger Pratt. "Bagi saya, saya mencoba untuk melihat hal-hal itu dan tidak membiarkannya mempengaruhi saya, yang bisa lebih sulit beberapa hari daripada hari-hari lainnya."

    Katherine Schwarzenegger menggendong putrinya, Lyla. Instagram.com/@katherineschwarzenegger

    Dia menjelaskan bahwa dia mencoba untuk fokus pada orang-orang di sekitar saya yang mendukung dan membantu daripada komentar jahat.

    "Ibuku selalu berkata kepadaku ketika aku tumbuh dewasa bahwa ketika orang mengatakan hal-hal itu atau menulis hal-hal itu maka mereka pasti sangat kesakitan untuk bisa mengatakan itu atau menulis itu, dan untuk mencoba dan memiliki empati untuk apa pun itu, mereka mungkin mengalami hal yang tidak Anda ketahui," katanya.

    Menurutnya, komentar yang diterimanya merupakan kritik tentang apa pun itu hari itu. Dia mencoba untuk menanggapinya dengan berempati, penuh kasih sayang, dan juga merasa nyaman dan percaya diri dengan diri saya sendiri. "Terutama sebagai ibu baru, bahwa saya melakukan apa yang menurut saya terbaik untuk putri saya dan untuk diri saya sendiri dan untuk keluarga kami," ujarnya.

    Terkait dengan cara pengasuhannya, dia mengaku belajar sebagian besar hal parenting, baik tips dan triknya dari sang ibu. "Yang menurut saya adalah ibu yang luar biasa," tambahnya.

    Berbicara dengan Entertainment Tonight pada bulan Februari, Maria Shriver, mengungkapkan tentang melihat putrinya sebagai orang tua. "Saya kagum pada betapa cantiknya dia sebagai ibu, tetapi saya tidak terkejut. Itu adalah hadiah untukku," lanjutnya saat itu. "Ini adalah hadiah untuk saudara-saudaranya, ayahnya, dan untuk semua orang yang mencintai [dia dan Chris]. Melihat seseorang berperan sebagai ibu adalah hal yang sangat indah. Saya sangat percaya bahwa menjadi ibu dan mengasuh anak adalah hal yang paling penting. pekerjaan berharga yang kita lakukan di dunia ini."

    Katherine Schwarzenegger Pratt menyebut menjadi ibu sebagai hadiah terbesar dan kegembiraan meskipun juga sebagai pengalaman unik karena harus menyeimbangkan semuanya di tengah pandemi. "Ini adalah sesuatu yang saya nantikan sepanjang hidup saya," ujarnya kepada People, Desember lalu.

    Baca juga: Alasan Katherine Schwarzenegger Tak Mau Unggah Foto Wajah Anak di Media Sosial


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...