Anak Positif Covid-19, Dokter Ungkap Vitamin yang Dibutuhkan selama Isoman

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak pakai masker. Freepik.com/Mdjaff

    Ilustrasi anak pakai masker. Freepik.com/Mdjaff

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus anak yang positif Covid-19 semakin banyak. Seperti orang dewasa, mereka juga perlu menjalani isolasi mandiri atau isoman agar tidak menularkan virus kepada orang lain. 

    Selama isoman, orang tua cukup memberikan asupan vitamin yang dibutuhkan. Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi dan Penyakit Tropis sekaligus anggota Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Anggraini Alam mengungkap beberapa vitamin yang dibutuhkan, yakni vitamin C, vitamin D, dan mineral seperti zinc.

    "Sebenarnya, suplemen itu bisa didapat anak dari makanannya. Untuk vitamin D, bisa didapatkan melalui protein seperti telur, ikan, dan keju. Untuk vitamin C ada di sayur-sayuranan dan buah-buahan. Sementara zinc juga ada di makanan kita (contoh: produk hewani dan kacang-kacangan). Vitamin D juga bisa didapatkan ketika berjemur di bawah sinar matahari," jelas Anggraini, dalam bincang-bincang daring bersama IDAI, Minggu, 18 Juli 2021. 

    Jika ada gejala, ia mengatakan orang tua bisa memberikan obat pelengkap. Misalnya, jika ada gejala demam, orang tua bisa memberikan obat penurun demam, pun dengan gejala batuk dan pilek juga bisa diberikan obat yang sesuai.

    ADVERTISEMENT

    Selain suplemen vitamin dan obat-obatan, Anggraini mengatakan bahwa memonitor perkembangan anak juga tidak kalah penting saat menjalankan isoman bersama. Orang tua perlu memiliki termometer untuk mengukur suhu dan oximeter untuk mengukur saturasi oksigen anak secara rutin, terutama di pekan awal positif COVID-19.

    "(Monitoring) Harus sebaik dan sesering mungkin. Selain itu, buat komunikasi yang baik dengan dokter terkait, dan terapkan kebersihan dan 5M kepada anak. Jika tidak ada gejala sistemik, mandi yang bersih, cuci hidung dan mulut, itu bagian yang bisa memperbaiki secara keseluruhan kebersihan anak. Tak lupa, orang tua juga harus menjadi teman untuk anak," ujarnya.

    Meski berat untuk mendampingi dan merawat anak saat melakukan isoman, Anggraini mengingatkan orang tua untuk tetap tenang.

    "Dengan ketenangan dan bimbingan orang tua untuk sama-sama buat anak disiplin 5M, tentu itu bisa membuat suatu pikiran yang menggembirakan dan suasana positif kepada anak. Walaupun di masa isolasi, membiasakan kondisi cek saturasi dan suhu, jangan dibuat menjadi suatu kepanikan," jelas Anggraini.

    Ada pun ia mengatakan bahwa persentase gejala ringan dan berat pada anak yang positif Covid-19 adalah 80:20, sehingga diharapkan dengan penanganan yang tepat, anak bisa lekas pulih dari virus ini. Selain rajin berkonsultasi dengan dokter anak, orang tua juga diimbau untuk memonitor kesehatan anak dengan panduan dan diari isoman dari IDAI yang bisa diakses dan diunduh di laman web resminya.

    Baca juga: Marak Kasus Covid-19 pada Anak, Ini 4 Tips yang Harus Dilakukan Orang Tua


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Ganda Putri Indonesia Masuk Semifinal Olimpiade Pertama dalam Sejarah

    Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, lolos ke semifinal badminton di Olimpiade 2020. Prestasi itu jadi tonggak olahraga Indonesia.