Kenal Kuliner Surabaya Lontong Balap, Apanya yang Balapan?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sajian Lontong Balap Pak Gendut, di jalan Prof Dr Moestopo, Surabaya. TEMPO/Fully Syafi

    Sajian Lontong Balap Pak Gendut, di jalan Prof Dr Moestopo, Surabaya. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Lontong Balap merupakan salah satu jenis kuliner khas Jawa Timur. Bukan tanpa arti, lontong balap dinamakan demikian sebab dahulu pedagang lontong berjualan di satu tempat dengan bergantian memakai peralatan, dengan selalu ingin cepat selesai dengan istilah balapan. 

    Menurut sumber lain, nama kuliner Surabaya lontong balap diambil dari cerita bahwa dulu di Jalan Semarang, Kecamatan Bubutan, Surabaya, ada banyak penjual lontong (saat ini belum dinamai lontong balap) yang menjual makananannya dengan sepeda sambil kebut-kebutan. Lontong balap biasanya terdiri dari lontong, tahu goreng, tauge, bawang goreng, lentho, kecap serta sambal.

    Rasanya yang nikmat dan unik membuat lontong balap digemari banyak orang. Pembuatan lontong balap ternyata bukan merupakan hal yang sulit dan terbilang cukup mudah untuk dilakukan di rumah. 

    Keistimewaan dengan perpaduan banyak rasa adalah faktor utama yang menjadikan lontong balap Suroboyo dapat menjadi kegemaran banyak orang. Perpaduan rasa manis, asin, dan gurih yang terdapat dalam lontong balap terbilag unik dan tidak bikin eneg. Berikut resep lontong balap serta penyajiannya:

    Bahan:

    • 4 bungkus Lontong (500 gr), dipotong-potong agak tebal
    • 8 buah Tahu goreng matang, dipotong-potong agak tipis
    • 8 buah Lentho goreng
    • 200 gr Tauge
    • Kecap manis, secukupnya

    Bahan kuah:

    • 1 ½ Ltr Air matang, untuk merebus daging (1 ilter diambil sebagai kaldu daging)
    • 250 gr Daging sapi yang berlemak
    • 50 gr Daun bawang diiris-iris
    • 3 sdm Minyak goreng, untuk menumis

    Bumbu dihaluskan:

    • 6 siung Bawang merah
    • 3 siung Bawang putih
    • 1 sdt Merica bubuk
    • ¼ sdt Pala bubuk
    • Garam secukupnya

    Bahan-bahan lentho kacang tolo:

    • 75 gr Kacang tolo, direbus hingga empuk, ¾ bagian dihaluskan, ¼ bagian biarkan utuh
    • 1 butir Telur ayam, putihnya saja
    • ½ sdm Kecap manis
    • Minyak goreng, untuk mengoreng

    Dihaluskan:

    • 3 siung Bawang putih
    • 5 biji Cabe rawit
    • 1 cm Kencur segar
    • 1 lembar Daun jeruk
    • Garam, secukupnya

    Cara Memasak

    • Masak air matang di dalam panci hingga mendidih, kemudian rebus daging sapi berlemak hingga empuk, angkat daging dari panci lalu potong-potong kecil, sisihkan.
    • Siapkan 1 liter air rebusan daging dari panci sebagai kaldu, lalu sisihkan.
    • Panaskan minyak didalam wajan, kemudian tumis bumbu halus dan bawan daun iris hingga harum dan matang.
    • Tuang kaldu sapi kedalamnya hingga mendidih, kemudian masukkan potongan daging tadi, kecap manis dan penyedap (bila menggunakan), aduk rata dan masak hingga mendidih.
    • Masukkan tauge kedalamnya, diamkan sesaat, kemudian angkat tauge dan tiriskan, sisihkan.
    • Cara membuat Lentho kacang tolo: Siapkan wadah lalu campurkan semua bahan-bahan letho dan aduk hingga tercampur rata, kemudian bentuk bulat- bulat pipih kecil dan goreng hingga matang dan renyah.

    ADVERTISEMENT

    Penyajian Lontong Balap :

    • Siapkan mangkuk saji, kemudian berurutan susun potongan lontong, potongan tahu goreng, taoge rebus dan potongan lentho, siram dengan kuah daging berbumbu, lalu taburi bawang goreng.
    • Sajikan lontong balap bersama sambal bajak, kecap manis dan kerupuk.

    VALMAI ALZENA KARLA 

    Baca: 4 Macam Kuliner Khas Kota Surabaya Berbahan Petis


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.