Sering Cemas selama Pandemi, Dokter Bagikan Kiat Menjaga Kesehatan Mental

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi meditasi atau mencari keheningan. shutterstock.com

    Ilustrasi meditasi atau mencari keheningan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan dalam kehidupan setiap orang, seperti menjaga jarak sosial dan kerja atau sekolah dari rumah. Selain itu, pandemi juga membawa kondisi negatif seperti kehilangan pekerjaan atau kehilangan orang terdekat. Keadaan ini tentunya membawa efek kecemasan, kesedihan, kekhawatiran serta depresi yang tentunya berdampak pada kesehatan mental.

    Kristiana Siste, pakar psikiatri adiksi, memberikan tips tetap sehat secara mental untuk menyikapi pandemi. Saat berbincang dengan Twindy Rarasati dalam sesi Instagram Life "Kata Tetangga" Episode 5, Minggu, 11 Juli 2021, dia mengatakan ketika sedang dilanda kecemasan, sebaiknya melakukan mental exercise - latihan mental. Latihan ini memungkinkan siapa pun memiliki mental yang sehat dan terjaga.

    Salah satu caranya adalah menerapkan mindfulness, salah satu jenis meditasi yang memiliki arti menyadari apa yang sedang terjadi serta menyadari emosi. Ketika cemas, cobalah untuk melakukan teknik pernapasan dalam atau deep breathing.

    Selain itu, Siste juga menyarankan untuk membuat jurnal perasaan. Ini bermanfaat bagi orang yang tidak bisa bercerita kepada orang lain karena berbagai kondisi. “Menuliskan seperti itu maka kita bisa mengeluarkan perasaan, dengan menulis bisa mengurai perasaan,” kata dia.

    ADVERTISEMENT

    Khusus orang yang terinfeksi Covid-19, banyak intimidasi yang muncul di sekitar karena adanya stigma. Itu sebabnya, dia menyarankan agar setiap orang hendaknya memberi dukungan pada pasien, bukannya malah mem-bully.

    "Jangan mengikuti orang yang bully, kita dukung orang yang mengalami perundungan tersebut dengan dukungan psikologi seperti menanyakan keadaannya," kata dia. 

    Menjaga kesehatan mental sangat penting di era pandemi. Orang yang memiliki kondisi psikis lemah lebih mudah terinfeksi virus termasuk virus Covid-19. Jadi, jangan hanya memperhatikan kesehatan fisik, psikis juga penting, seperti definisi sehat menurut WHO yang dikutip Twindy Rarasati. "Sehat itu keadaan yang sempurna baik fisik, mental, maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan atau kecacatan,” ujar Twindy. 

    Baca juga: 9 Kebiasaan yang Tanpa Disadari Merusak Kesehatan Mental

    SITI HAJAR SUWARDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.