4 Pembungkus Daging Kurban Alami Pengganti Plastik

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengemas daging kurban menggunakan wadah besek bambu di Masjid Nurul Hilal, Cibulan, Jakarta Selatan, Ahad, 11 Agustus 2019. Panitia Kurban Idul Adha 1440 H/ 2019 Masjid Nurul Hilal menggunakan besek bambu menggantikan kantong plastik sebagai wadah pembungkus daging. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas mengemas daging kurban menggunakan wadah besek bambu di Masjid Nurul Hilal, Cibulan, Jakarta Selatan, Ahad, 11 Agustus 2019. Panitia Kurban Idul Adha 1440 H/ 2019 Masjid Nurul Hilal menggunakan besek bambu menggantikan kantong plastik sebagai wadah pembungkus daging. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Idul Adha merupakan perayaan pemotongan hewan kurban yang nantinya, dagingnya akan disalurkan ke masyarakat umum. Jika menggunakan plastik untuk membungkus daging, akan banyak sekali plastik yang terpakai dan pada akhirnya terbuang.

    Sampah plastik yang sulit terdegradasi dapat mencemari tanah, air, dan udara. Partikel plastik yang masuk ke tanah dapat membunuh hewan pengurai. Nantinya, ekosistem dan rantai makanan dapat terganggu.

    Sebagai bahan pengganti plastik, ada beberapa bahan alami yang dapat digunakan sebagai pembungkus daging hewan kurban. Berikut rinciannya:

    1. Besek bambu   

    ADVERTISEMENT

    Menggunakan besek bambu sebagai alternatif plastik mempunyai banyak manfaat. Selain mengurangi sampah plastik, besek bambu terbuat dari bahan yang mudah terurai sehingga tidak mencemari lingkungan. Rongga pada besek memungkinkan udara untuk bersirkulasi dengan baik. Selain itu, pemanfaatan besek juga dapat membantu perekonomian para pengrajin lokal.

    2. Daun jati

    Sebagai pembungkus, daun jati dapat menjaga suhu makanan dan membuat aroma makanan lebih sedap. Seperti besek, daun jati merupakan bahan alami yang tidak mengandung unsur berbahaya. Sehingga, penggunaannya jauh lebih ramah lingkungan dan aman bagi daging. Selain itu, ukuran daun jati yang lebar memungkinkan untuk membungkus daging kurban.

    3. Daun pisang

    Daun pisang merupakan pembungkus alami yang masih umum digunakan oleh masyarakat Indonesia. Daun pisang mudah didapatkan dan persediaannya melimpah. Daun pisang mempunyai kandungan antioksidan yang baik bagi tubuh. Selain itu, membungkus menggunakan daun pisang sangat mudah.

    4. Daun patat

    Daun patat cukup sering digunakan sebagai pembungkus makanan. Meski daun patat sudah tergantikan dengan daun pisang, daun ini masih sering digunakan untuk pembungkus makanan doclang. Daun patat memiliki ukuran yang cukup lebar sehingga bisa dimanfaatkan untuk membungkus daging kurban.

    DINA OKTAFERIA

    Baca juga: Tips agar Daging Kurban Empuk, Bungkus Daun Pepaya Jangan Langsung Dimasak


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...