6 Tips agar Buang Air Besar Lancar Setiap Pagi

Reporter

Editor

Mila Novita

Ilustrasi sakit perut. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Buang air besar atau BAB tak harus di pagi hari. Anda bisa BAB kapan saja sepanjang hari. Tapi kebanyakan orang lebih nyaman melakukannya pagi hari supaya tak mengganggu aktivitas sepanjang hari. 

Peyton Berookim, MD, seorang ahli gastroenterologi bersertifikat di Institut Gastroenterologi California Selatan, BAB tak boleh dipaksakan, usahakan teratur dan dilakukan tanpa mengejan. 

"BAB menjadi tidak normal jika jarang, kemudian mengejan dan buang air besar yang keras," kata Berookim.

Mencegah hal itu, dia merekomendasikan enam tips agar BAB lancar setiap pagi

1. Minum air secara teratur

Hidrasi sangat penting untuk mengatur pergerakan usus. "Jika pasien mengalami dehidrasi, mereka akan mengalami konstipasi," kata Berookim. Tanpa air, tinja bisa menjadi besar dan kering. Selain itu, serat membutuhkan air agar dapat dicerna dengan baik. Jadi jika makan banyak serat tanpa minum dalam jumlah yang cukup, kemungkinan besar akan mengalami konstipasi.

Dia merekomendasikan minum air sebelum atau sesudah makan. Air juga sebaiknya tidak diminum banyak sekaligus untuk menebus defisit sepanjang hari. Kebutuhan cairan bertambah ketika berolahraga, beraktivitas di tempar panas, dan jumlah kopi atau alkohol yang diminum. 

2. Makan makanan yang kaya serat, probiotik, dan lemak sehat

Makanan akan mempengaruhi pencernaan. Serat merupakan komponen penting dari pencernaan yang sehat karena menambah konsentrasi tinja untuk mencegah diare sekaligus sembelit. Serat sebaiknya dikonsumsi 25 hingga 28 gram per hari. Makanan tinggi serat termasuk gandum, kacang hitam, lentil, chia, biji rami, nyaris, dan kubis Brussel. 

Selain serat, pastikan mengonsumsi lemak sehat dalam jumlah yang cukup, karena lemak juga menambah jumlah besar pada tinja dan mendukung penyerapan vitamin A yang membantu menjaga lapisan mukosa di usus besar dan mencegah peradangan.

Untuk merawat kesehatan mikrobioma, disarankan makanan fermentasi seperti kimchi, yogurt, dan tempe. Berookim lebih lanjut menyarankan untuk meminimalkan asupan kafein dan alkohol karena keduanya bersifat diuretik. "Diuretik menyebabkan peningkatan buang air kecil, yang dapat menyebabkan dehidrasi, yang dapat menyebabkan sembelit," katanya.

Di sisi lain, kopi dapat berfungsi sebagai pencahar, sehingga dapat menyebabkan tinja juga menjadi encer. 

3. Bergerak

Berookim mengatakan bahwa untuk membuat sesuatu bergerak di perut, tubuh bergerak terlebih dahulu. Ia menyarankan, paling tidak, berjalan kaki 30 menit per hari. "Tubuh bugar akan membantu buang air besar yang bagus dan rutin di pagi hari," katanya.

4. Pakai bangku toilet

Bangku toilet alias Squatty Potty adalah bangku tempat meletakkan kaki saat ke WC sehingga lutut terangkat di atas pinggang. "Dengan demikian, Anda meningkatkan sudut saluran dubur, dan melemaskan otot panggul yang membuat buang air besar lebih mudah," kata Berookim.

5. Konsultasikan dengan dokter tentang obat Anda

Terkadang, obat-obatan dapat menghambat pergerakan usus yang sehat, kata Dr. Berookim. "Anda mungkin perlu berbicara dengan dokter Anda dan meminta mereka meninjau obat-obatan Anda dan melihat apakah mereka dapat memberi Anda sesuatu yang lain untuk meredakan gejala," katanya.

6. Pastikan keseimbangan hormon

Ketidakseimbangan hormon juga dapat menyebabkan masalah buang air besar. Beberapa tidak dapat dihindari, seperti perubahan hormonal mingguan yang teratur dalam siklus menstruasi atau masal tiroid. Berookim merekomendasikan minum lebih banyak air, meningkatkan asupan air, dan mengonsumsi suplemen seperti psyllium. 

Baca juga: Sebab Munculnya Keinginan Buang Air Besar saat Olahraga

WELL+GOOD






6 Efek Samping Minum Kopi saat Perut Kosong

8 hari lalu

6 Efek Samping Minum Kopi saat Perut Kosong

Ahli gizi mengatakan waktu terbaik minum kopi adalah pagi hari setelah sarapan, jangan saat perut kosong.


Waspada, Sering Buang Air Besar Bisa Jadi Tanda Risiko Serangan Jantung

8 hari lalu

Waspada, Sering Buang Air Besar Bisa Jadi Tanda Risiko Serangan Jantung

Hasil penelitian menemukan bahwa orang yang buang air besar lebih dari sekali dalam sehari memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung.


Alasan Minum Cukup Air Kunci Penuaan yang Sehat

15 hari lalu

Alasan Minum Cukup Air Kunci Penuaan yang Sehat

Ahli diet menjelaskan bahwa air minum dan penuaan saling terkait


Waktu Terbaik Menyikat Gigi Sebelum atau Sesudah Minum Kopi?

18 hari lalu

Waktu Terbaik Menyikat Gigi Sebelum atau Sesudah Minum Kopi?

Dokter gigi mengingatkan mengatakan bahwa peminum kopi harus lebih berhati-hati dalam kebiasaan menyikat gigi


Pentingnya Kecukupan Hidrasi di Masa Kehamilan dan Menyusui

27 hari lalu

Pentingnya Kecukupan Hidrasi di Masa Kehamilan dan Menyusui

Cukup minum air di masa kehamilan dan menyusui penting untuk mendukung perkembangan janin dan bayi karena air komposisi utama dari janin dan ASI.


8 Manfaat Jalan Pagi untuk Tingkatkan Mood hingga Menurunkan Risiko Infeksi

28 hari lalu

8 Manfaat Jalan Pagi untuk Tingkatkan Mood hingga Menurunkan Risiko Infeksi

Karena mudah, banyak orang merasa seperti tidak berolahraga sama sekali, tapi sebenarnya manfaat jalan pagi bisa mengejutkan.


4 Makanan Wajib Dikonsumsi Sehari-hari untuk Memperlancar Pencernaan

44 hari lalu

4 Makanan Wajib Dikonsumsi Sehari-hari untuk Memperlancar Pencernaan

Dengan empat makanan ini dan probiotik harian, kesehatan usus Anda akan menjadi satu hal yang tidak perlu Anda khawatirkan.


Mas Dhito Target BAB di Jamban 100 Persen pada 2024

44 hari lalu

Mas Dhito Target BAB di Jamban 100 Persen pada 2024

Saat ini sudah mencapai 77 persen. Perlu terus ditingkatkan agar target 2024 tercapai.


BAB Jongkok Perkecil Risiko Kanker Usus?

2 Agustus 2022

BAB Jongkok Perkecil Risiko Kanker Usus?

Adakah kaitan antara posisi saat BAB dengan kanker usus? Simak penjelasan berikut dan pemicu lainnya.


Semakin Tua Kebutuhan Hidrasi Berubah Ini 5 Tips Cegah Dehidrasi

29 Juli 2022

Semakin Tua Kebutuhan Hidrasi Berubah Ini 5 Tips Cegah Dehidrasi

Ada banyak alasan untuk memprioritaskan hidrasi pada setiap usia