4 Tips Mengatasi Ketegangan Mata karena Terlalu Lama Menatap Layar

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita bekerja  di depan laptop

    Ilustrasi wanita bekerja di depan laptop

    TEMPO.CO, Jakarta - Seiring dengan berkembangnya zaman, penggunaan teknologi semakin meningkat. Hal ini menyebabkan banyak orang mengalami risiko computer vision syndrome atau digital eye strain. Sementara masalah kesehatan mata ini telah ada selama beberapa waktu, kini semakin melonjak selama pandemi COVID-19, ketika orang-orang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah di depan layar. 

    Computer vision syndrome merupakan gangguan yang disebabkan karena menghabiskan waktu lama di depan komputer. Gejalanya meliputi mata lelah, nyeri, gatal dan pandangan kabur. Namun, sindrom ini tidak selalu muncul ketika melihat layar terlalu lama, mungkin saja ketika dua jam atau lebih menggunakan gadget per hari. Sedangkan digital eye strain istilah umum untuk ketidaknyamanan mata yang disebabkan oleh layar.

    Menurut American Optometric Association atau AOA, computer vision syndrome dan digital eye strain terjadi karena pemfokusan mata dan gerakan mata yang diperlukan saat melihat layar digital memberikan tuntutan yang berlebihan pada sistem visual Anda. Kondisi ini lebih berisiko daripada masalah penglihatan rabun jauh maupun dekat serta koordinasi mata yang tidak memadai.

    Banyak gejala sindrom penglihatan komputer dan ketegangan mata digital hanya bersifat sementara dan akan menurun saat Anda beristirahat dari perangkat Anda, menurut AOA. Plus, penelitian belum menunjukkan bahwa cahaya biru yang dipancarkan dari perangkat menghasilkan kerusakan yang cukup untuk menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

    ADVERTISEMENT

    Tapi itu tidak berarti waktu layar yang berlebihan tidak akan menyebabkan masalah lain: Penelitian menunjukkan bahwa paparan cahaya biru dapat menyebabkan kerusakan pada retina ditambah masalah penglihatan jangka panjang seperti degenerasi makula terkait usia dan katarak. Belum lagi, itu mungkin menekan pelepasan melatonin secara alami, mengganggu tidur, serta mengacaukan metabolisme Anda. Sebuah studi di New England Journal of Medicine bahkan menemukan bahwa membaca layar dengan satu mata tertutup dapat menyebabkan kebutaan sementara pada satu mata.

    Anda tidak harus mengakhiri penggunaan gadget untuk menghindari sindrom ini. Ada beberapa cara untuk meminimalkan ketegangan dan ketidaknyamanan pada mata seperti dilansir dari laman Shape berikut ini. 

    1. Atur penggunaan layar

    Jika Anda merasa menderita sindrom penglihatan komputer, pertama-tama lihat pengaturan meja dan layar Anda. Semakin dekat sesuatu dengan mata Anda, semakin mereka harus fokus dan masuk. Bagi kebanyakan orang, itu dapat menyebabkan timbulnya gejala dan intensitas yang lebih cepat, kata Justin Bazan, dokter mata dan penasihat medis untuk The Vision Council. Aturan praktis yang baik adalah fokus pada layar yang berjarak satu lengan.

    "Sementara saya belum melihat bukti nyata, secara anekdot, bekerja pada layar yang lebih besar, dengan font yang lebih besar dengan resolusi tinggi, tampaknya membantu mencegah gejala, terutama ketika orang tersebut mengenakan kacamata digital yang disesuaikan," kata Bazan.

    2. Cobalah beberapa kacamata pelindung

    Jika Anda pernah ingin mendapatkan kacamata tetapi memiliki penglihatan yang sempurna, sekarang Anda benar-benar memiliki alasan untuk mengambil sepasang kacamata biru muda yang trendi atas nama kesehatan. Atau, jika Anda secara teratur memakai kacamata, perawatan anti-reflektif dan pemblokiran cahaya biru dapat ditambahkan ke lensa Anda.

    3. Tambahkan pelindung layar

    Jika Anda tidak ingin memakai kacamata cahaya biru, ada juga alat pelindung yang bisa Anda tambahkan langsung ke layar laptop, monitor komputer, smartphone, atau tablet Anda. Alat ini bekerja mirip dengan kacamata cahaya biru dengan menghalangi panjang gelombang cahaya biru.

    4. Atur waktu melihat layar

    Para peneliti masih belum mengetahui seberapa berbahaya - atau tidak - cahaya biru bagi kesehatan mata. Anda masih dapat mengembangkan sindrom penglihatan komputer atau ketegangan mata digital karena menatap layar sepanjang hari, bahkan jika Anda menghalangi cahaya biru dari semua perangkat Anda karena Anda masih memaksakan mata untuk fokus pada layar untuk waktu yang lama.

    Baik The Vision Council maupun AOA merekomendasikan untuk mengikuti aturan 20/20/20: setiap 20 menit, istirahatlah dari melihat layar selama 20 detik dengan melihat sesuatu yang berjarak 20 kaki. Ini akan memberikan bola mata Anda istirahat dari fokus pada layar untuk mengurangi stres visual dan kelelahan, Lindsay Berry, OD, neuro-optometris di Dallas sebelumnya mengatakan kepada Shape. Selain menggunakan aturan 20/20/20, cobalah latihan mata dan latihan mobilitas lainnya ini untuk kesehatan mata yang lebih baik.

    Baca juga: 3 Efek Buruk Pakai Lensa Kontak saat Tidur dan Mandi

    SITI HAJAR SUWARDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.