8 Suplemen yang Dibutuhkan Tubuh di Usia 50 Tahun atau Lebih

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vitamin dan suplemen. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi vitamin dan suplemen. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Risiko berbagai penyakit kronis meningkat ketika umur sudah menginjak lebih dari 50 tahun. Namun, hal ini tentu bisa dihindari apabila Anda menerapkan pola hidup sehat, yakni berolahraga, memilih makanan yang sehat, serta mengonsumsi suplemen.

    Banyak orang yang tidak sadar bahwa mengonsumsi suplemen untuk tubuh di usia tersebut merupakan hal penting. Eatthis.com berbagi beberapa suplemen menurut para dokter dan ahli gizi diperlukan setiap hari. 

    1. Multivitamin

    Bagi sebagian orang yang berusia lebih dari 50, suplemen harus bebas kandungan zat besi kecuali jika dokter meminta sebaliknya. Multivitamn terbaik adalah yang mengandung B12 dan asam folat. “Nutrisi ini diperlukan untuk menghasilkan neurotransmiter, pembawa pesan kimia yang memungkinkan komunikasi antara sel-sel otak,” kata Sheldon Zablow seorang psikiater dan penulis Your Vitamins Are Obsolete.

    ADVERTISEMENT

    2. Kolagen dan vitamin D

    Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan kolagen yang baik untuk perawatan kulit. Protein yang ada di dalam kolagen baik untuk meningkatkan elastisilitas kulit dan mengurangi garis-garis halus dan kerutan.

    Jangan lupakan juga vitamin D. Anna Reisdorf, seorang ahli gizi mengatakan tubuh menghasilkan lebih sedikit vitamin D seiring dengan bertambahnya usia. "Penting untuk kekebalan dan kesehatan tulang. Ambil setidaknya 1.000 IU setiap hari."

    3. Antioksidan

    “Mengonsumsi suplemen antioksidan yang kuat dari resveratrol dan ekstrak teh hijau dapat membantu kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas,” kata Reisdorf. Resveratol juga membantu menurunkan tekanan darah dan baik bagi jantung.

    4. Kalsium

    Suplemen selanjutnya yaitu kalsium. Elizabeth Ward, ahli nutrisi, menyatakan bahwa usia 50 tahun ke atas untuk wanita membutuhkan lebih banyak kalsium, skitar 1.200 miligram sehari. Kalsium karbonat diserap paling baik bila dikonsumsi bersama makanan, sedangkan kalsium sitrat dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

    5. Minyak ikan

    Kadar asam lemak omega-3 yang rendah telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penurunan kognitif terkait usia, seperti demensia dan penyakit Alzheimer. Lemak omega-3, seperti dalam ikan, menurut American Heart Association (AHA), membantu menjaga jantung berdetak normal dan menurunkan kemungkinan ritme tidak teratur, yang dapat menyebabkan kematian mendadak akibat serangan jantung atau stroke.

    6. Zinc

    Ahli gizi Marie Ruggles menyatakan bahwa zinc merupakan nutrisi penting untuk preventif dan berfungsi menjaga kekebalan secara menyeluruh. "Sumber zinc yang baik adalah tiram, tapi jarang orang memakannya secara teratur, sehingga mengonsumsi suplemen jadi penting," kata ahli diet Marie Ruggles. 

    7. Selenium

    Selenium yang memiliki zat kaya antioksidan ini dianggap membantu penyakit termasuk asma dan radang sendi. Sebuah penelitian menunjukkan selenium juga membantu mencegah kanker prostat. Selain pada suplemen, Anda bisa mendapatkan selenium pada satu kacang Brasil yang dikonsumsi setiap hari

    8. Kolin

    Kolin adalah nutrisi yang membantu hati dan otot serta menjadi komponen membran sel, yang menjaga kerja sel bagian dalam. Suplemen ini juga merupakan elemen awal untuk membentuk neurotransmitter, yang memungkinkan sel-sel saraf untuk berkomunikasi. Selain suplemen yang mengadung kolin, Anda dapat mengonsumsi makanan hewani seperti telur, daging, unggas dan makanan laut.

    Baca juga: 3 Suplemen Kesehatan yang Harus Dikonsumsi Wanita Secara Teratur

    SITI HAJAR SUWARDI 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...