Tanda Kolesterol Tinggi yang Muncul pada Kelopak Mata

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi xanthelasma. Tabloidbintang

    Ilustrasi xanthelasma. Tabloidbintang

    TEMPO.CO, Jakarta - Kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala kasatmata yang mudah dikenali. Satu-satunya cara untuk mengidentifikasi kolesterol tinggi secara akurat adalah dengan melakukan tes darah.

    Kolesterol tinggi terjadi ketika terlalu banyak zat lemak yang disebut kolesterol dalam darah. Kolesterol yang menumpuk arteri lama kelamaan dapat menyebabkan penyumbatan. Penyumbatan ini menyebabkan stroke atau serangan jantung tergantung lokasinya. 

    Namun, kadang-kadang kolesterol tinggi muncul di permukaan kulit dalam bentuk xanthelasma, salah satu bentuk xanthoma. Xanthelasma adalah kumpulan kolesterol kekuningan yang berbatas tegas di bawah kulit, biasanya pada atau di sekitar kelopak mata, menurut N. Bendsoe dan K. Svanberg dalam buku mereka Lasers for Medical Applications, yang dikutip Express.co.uk, Senin, 5 Juli 2021. 

    Meskipun tidak berbahaya atau menyakitkan, gumpalan kecil berwarna kekuningan ini ini mungkin merusak. Dilansir dari WebMD, kondisi ini menunjukkan bahwa seseorang memiliki risiko tinggi terkena penyakit jantung. Jadi jangan diabaikan. 

    ADVERTISEMENT

    Kebanyakan orang yang terkena penyakit ini berusia paruh baya atau lebih tua. Dibandingkan pria, xanthelasma lebih sering dialami oleh wanita. 

    Gumpalan ini mungkin tidak akan hilang dengan sendirinya. Tapi, ukurannya akan tetap sama, bahkan bertumbuh seiring waktu. Jika ini dianggap merusak penampilan, gumpalan lemak ini dapat dihilangkan dengan beberapa metode, antara lain melarutkan pertumbuhan dengan obat, cryosurgery atau membekukannya dengan suhu ekstrem, laser, operasi, atau jarum listrik. 

    Jadi, jika memiliki kondisi ini, segera melakukan mengecek kolesterol dengan tes darah lalu perbaiki gaya hidup. Ada beberapa makanan yang tidak hanya merupakan bagian dari diet sehat, tetapi juga dapat membantu menurunkan kolesterol secara aktif.

    Menurut badan amal kolesterol Inggris, Heart UK, mengurangi lemak jenuh dan menggantinya dengan lemak tak jenuh adalah cara yang bagus untuk menurunkan kolesterol. Lemak jenuh adalah jenis lemak yang ditemukan dalam mentega, lemak babi, ghee, daging berlemak dan keju.

    Ganti makanan tersebut dengan minyak nabati seperti minyak zaitun, bunga matahari, jagung, lobak, kacang-kacangan dan biji-bijian, alpukat, dan ikan berlemak seperti salmon. 

    "Ikan berminyak adalah sumber lemak tak jenuh yang sehat, khususnya jenis yang disebut lemak omega-3," catat Heart UK.

    Selain dari makanan, gaya hidup aktif juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. National Health Service (NHS) Inggris menyarankan aktivitas seperti berjalan dan bersepeda hingga olahraga yang lebih kuat, seperti berlari dan menari energik. 

    "Melakukan aktivitas aerobik sedang selama 150 menit setiap minggu dapat meningkatkan keseimbangan kadar kolesterol," demikian menurut NHS. 

    Baca juga: Selain Minyak Zaitun, Minyak Biji Labu Juga Baik untuk Jantung Ini 5 Manfaatnya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Ganda Putri Indonesia Masuk Semifinal Olimpiade Pertama dalam Sejarah

    Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, lolos ke semifinal badminton di Olimpiade 2020. Prestasi itu jadi tonggak olahraga Indonesia.