Kenali 4 Tanda Over-Parenting dan Dampaknya Terhadap Anak

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang tua dan anak. Freepik.com

    Ilustrasi orang tua dan anak. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap orangtua mencintai anak-anaknya dan tentunya ia ingin agar anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik. Saat mengasuh anak beberapa orang tua mungkin saja terlalu mencampuri dalam banyak hal. Tindakan berlebihan dalam mengasuh anak bisa juga disebut over-parenting. Ini adalah masalah yang sangat umum, tetapi kebanyakan orang tua belum menyadari bahaya dari pola asuh seperti ini.

    Dari sudut pandang ilmiah, mengasuh anak secara berlebihan lebih banyak merugikan daripada menguntungkan bagi anak-anak. Over-parenting menjadi hal yang serius karena dapat menghambat pertumbuhan anak dan menyebabkan anak menjadi terlalu bergantung pada orang tua.

    Lalu bagaimana pola asuh orang tua yang masuk dalam kategori over-parenting? Mengutip laman India Times, ada 4 tanda yang harus Anda perhatikan.

    1. Perebutan kekuasaan
    Perebutan kekuasan merupakan kondisi dimana seorang anak menolak untuk melakukan sesuatu dan orangtua terus bersikeras pada anak. Perdebatan ini umum terjadi. Namun, jika hal yang didebatkan adalah kegiatan sehari-hari, seperti cara mereka berpakaian atau cara mereka belajar perlu Anda perhatikan. Perlu adanya koreksi dari gaya asuh Anda atau Anda dapat memberikan pilihan kepada anak Anda.

    ADVERTISEMENT

    2. Terlalu khawatir
    Terlalu khawatir pada anak juga merupakan hal yang salah. Jika Anda merasakan khawatir yang berlebihan ketika anak Anda bermain dengan teman-temannya atau pergi dan tidak kembali pada jam yang tepat, ini akan mengganggu anak Anda. Sebelum Anda menyimpulkan sesuatu, ada baiknya tanyakan dulu pada anak Anda dan biarkan mereka menangani dengan cara mereka sendiri.

    3. Terlalu mengatur cara orang lain memperlakukan anak Anda
    Wajar saja bila Anda marah ketika anak Anda diganggu oleh temannya. Namun, perlu Anda hindari jika itu hanya masalah kecil. Ini akan membuat mereka merasa malu dan akan membuat hubungan Anda dengan anak menjadi renggang.

    4. Tidak memberikan kewajiban
    Berikan anak Anda pekerjaan rumah tangga atau kegiatan lainnya, sehingga tertanam kemandirian dan tanggung jawab dalam diri mereka. Jika anak Anda tidak terbiasa dengan tugas dan tanggung jawab maka sangat berdampak pada masa depan.

    Baca juga: Ibu-Ibu kekinian Berbagi Tips Parenting, Haruskah Diikuti?

    SITI HAJAR SUWARDI 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.