Waspada Mirror Syndrome, Komplikasi Langka pada Kehamilan tapi Dampaknya Fatal

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil berdiri di antara pepohonan. unsplash.com/Ryan Franco

    Ilustrasi ibu hamil berdiri di antara pepohonan. unsplash.com/Ryan Franco

    TEMPO.CO, Jakarta - Kehamilan sering kali membawa lomplikasi, baik pada ibu maupun janin di dalam kandungan. Ada beragam bentuk komplikasi kehamilan, salah satunya adalah mirror syndrome.

    Mirror syndrome, dalam istilah medis disebut Ballantyne Syndrome atau triple edema, merupakan komplikasi kehamilan di mana janin memiliki penumpukan cairan yang tidak normal sedangkan ibu bayi mengalami preeklamsia, tekanan darah tinggi atau hipertensi.

    Disebut sebagai mirror syndrome karena ada kesamaan gejala antara ibu dan bayi. Penyakit mirror syndrome terbilang cukup langka, tidak banyak ibu hamil yang mengalaminya. Akan tetapi, apabila tidak segera ditangani, penyakit ini akan berdampak serius dan bisa merenggut nyawa baik bagi ibu maupun bayi dalam kandungan.

    Jadi, sangat penting untuk mengetahui gejala mirror syndrome. Melansir dari laman Very, sindrom ini dapat ditandai dengan pembengkakan parah, tekanan darah tinggi, kenaikan berat badan yang berlebihan dalam waktu singkat dan adanya protein dalam urine.

    Selain itu, gejala umum mirror syndrome adalah hemodilusi yang didapati pada saat tes darah. Hemodilusi ialah kondisi di mana ada lebih banyak plasma dalam darah dan jumlah sel darah merah yang lebih rendah.

    ADVERTISEMENT

    Belum diketahui dengan pasti penyebab komplikasi ini. Namun, biasanya dugaan awal sindrom ini disebabkan oleh hidrops janin, yaitu gangguan di mana cairan bocor dari aliran darah ibu dan terkumpul di jaringan janin. Hidrops janin dapat disebabkan oleh infeksi, kelainan genetik, masalah jantung dan gangguan metabolisme. Hidrops janin dapat terjadi juga apabila ibu yang mengandung bayi kembar dan menderita twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS).

    Mirror Syndrome merupakan komplikasi serius dan harus segera ditangani. Perhatikan gejalanya, jika memiliki perubahan yang serius pada tubuh segera beritahu dokter kandungan.

    Baca juga: Kenali Gejala Preeklampsia Berat dan Komplikasi pada Kehamilan

    SITI HAJAR SUWARDI 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...