Anak Alergi Susu, Kenali Gejalanya pada Organ Pencernaan, Pernapasan, dan Kulit

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak alergi susu sapi/Sarihusada

    Ilustrasi anak alergi susu sapi/Sarihusada

    TEMPO.CO, Jakarta - Protein sapi merupakan penyebab alergi terbesar kedua di Asia setelah telur. Di Indonesia anak-anak yang menderita alergi susu sapi mencapai 0,5-7,5 persen, sedangkan di dunia mencapai 1,9-4,9 persen.

    Anak yang mengalami alergi harus ditangani sedini mungkin agar dapat diberikan pengobatan yang optimal sehingga tidak menghambat tumbuh kembangnya.

    Prof. Budi Setiabudiawan, dokter anak konsultan alergi imunologi sekaligus Guru Besar Universitas Padjadjaran mengatakan ada tiga tingkatan gejala yang dapat dikenali saat anak mengalami alergi susu sapi atau protein sapi, yakni ringan, sedang dan berat. Alergi juga dapat mengenai tiga organ tubuh seperti pencernaan, pernapasan dan kulit.

    Untuk organ pencernaan, gejala alergi yang muncul seperti kolik, muntah dan paling banyak adalah diare atau dialami oleh 53 persen anak yang menderita alergi susu sapi.

    ADVERTISEMENT

    Pada organ pernapasan, gejala alergi yang muncul seperti batuk-batuk, asma atau rhinitis. Sedangkan pada organ kulit, biasanya muncul ruam, gatal atau eksim.

    "Untuk gejala pernapasan perlu dilihat, anak ini batuknya sepanjang hari atau di pagi-malam saja. Kalau ada panas, berarti dia infeksi bukan alergi," ujar Prof. Budi dalam webinar "World Allergy Week" pada Sabtu, 26 Juni 2021. 

    "Terus perhatikan bagaimana ingusnya, dia bening atau berlendir. Yang paling penting harus ke dokter, jangan diagnosa sendiri, kalau kita tahu pemicunya kita jadi bisa mengendalikan supaya tumbuh kembangnya optimal," lanjut Prof. Budi.

    Hal yang harus dilakukan orang tua adalah mengenali sedini mungkin untuk mendeteksi apakah anak ini alergi atau bukan. "Kalau sudah mengenali sedini mungkin, berarti harus segera dikonsultasikan ke dokter agar anak dapat tumbuh kembang yang optimal," kata dia.

    "Kalau sudah ditangani anak dapat melakukan aktivitas sehari-hari, mengembangkan hobi dan bakat sehingga anak berprestasi dan yang paling penting jangan sampai alergi ini muncul, caranya dengan melakukan pencegahan," kata Prof. Budi.

    Baca juga: Kiat Mencegah Alergi pada Anak Mulai Sejak di Dalam Kandungan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.