3 Minuman yang Mempercepat Metabolisme, Bantu Turunkan Berat Badan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kopi. Unsplash.com/Kira Auf Der Heide

    Ilustrasi kopi. Unsplash.com/Kira Auf Der Heide

    TEMPO.CO, Jakarta - Metabolisme tubuh mempengaruhi berat badan. Orang yang memiliki metabolisme yang cepat cenderung susah gemuk meski banyak makan, sementara jika metabolisme lambat akan mudah menambah berat badan. 

    Mengonsumsi minuman tertentu dapat membantu mempercepat metabolisme. Aturan dasarnya adalah tetap terhidrasi, apalagi saat cuaca panas seperti beberapa hari belakangan ini. 

    Semakin sederhana pilihan minumannya, semakin baik untuk tubuh. Minuman yang ditambah gula, natrium, dan lemak akan membebani pencernaan. Jadi, carilah minuman yang bahan-bahannya tidak kompleks dan mudah dipahami. 

    Dilansir dari eatthis.com, inilah tiga minuman yang membantu metabolisme lebih cepat.

    ADVERTISEMENT

    1. Air putih

    Ilustrasi air putih (pixabay.com)

    Tidak mengejutkan bahwa air putih adalah minuman nomor satu untuk metabolisme. Ada pendapat yang mengatakan bahwa air membantu "membuang" lemak dari tubuh. Pakar gizi bersertifikat Serena Poon mengatakan, penelitian telah menunjukkan bahwa air dapat meningkatkan pengeluaran energi tubuh dan mengubah lemak yang tersimpan menjadi bahan bakar. 

    2. Kopi

    Ilustrasi kopi (pixabay.com)

    Lisa Moskovitz, pakar diet dan CEO NY Nutrition Group yang berbasis di Amerika Serikat, mengatakan bahwa kopi berkafein adalah stimulan yang dapat meningkatkan metabolisme istirahat sekaligus menekan nafsu makan. Menariknya, perasaan lapar yang mungkin didapatkan setelah minum kopi dengan perut kosong mungkin karena tubuh memberi tahu dua hal: bahwa kafeinnya berkurang, dan inilah saatnya untuk makan.

    Tapi jangan sembarangan kopi. Donald Mankie, pakar diet dari Florida, Amerika Serikat, menyarankan memilih kopi hitam yang hanya mengandung dua kalori per porsi, juga vitamin B12 dan magnesium. Menurut para ahli, kedua kandungan itu membantu tubuh memproses makanan. "Semakin banyak gula, krim, atau susu yang ditambahkan, semakin banyak kalori yang didapat," kata dia. 

    3. Teh hijau

    Ilustrasi teh hijau. Pixabay.com/Free-Photos

    Teh hijau telah disebut berkali-kali dapat mendukung proses metabolisme. Moskovitz mengatakan bahwa minuman ini mengandung EGCG, senyawa yang telah terbukti meningkatkan pengeluaran energi saat istirahat, Dengan kata lain, teh hijau membakar sejumlah kalori saat tubuh tidak aktif secara fisik. 

    Moskovitz menambahkan bahwa antioksidan teh hijau juga dapat memerangi stres oksidatif. Stres ini dapat memperlambat metabolisme jika dibiarkan. 

    Baca juga: Daftar Makanan untuk Meningkatkan Metabolisme, Kacang-kacangan Hingga Ikan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.