Orang dengan Gen Tidur Pendek Memanfaatkan Waktu dengan Produktif

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

Ilustrasi wanita tidur bermasalah. Freepik.com/Jcomp

TEMPO.CO, Jakarta - Jika Anda terbangun pada jam 4 atau 5 pagi setelah tidur pada jam 10 malam, Anda mungkin memiliki gen langka yang dikenal sebagai "gen tidur pendek". Para peneliti telah menentukan ritme sirkadian kita mungkin secara genetik telah ditentukan sebelumnya dan pola tidur diturunkan secara turun temurun.
Para peneliti telah menemukan beberapa gen 'tidur pendek'.

Melansir laman Your Tango, Ying-Hui Fu, dari University of California, San Francisco, dan rekan-rekannya, telah mencari dan mempelajari keluarga di mana beberapa orang tampaknya membutuhkan lebih sedikit tidur daripada biasanya. Melalui penelitian ini, Fu telah menemukan beberapa mutasi genetik yang membuat anggota keluarga mampu bertahan dan berkembang hanya dengan tidur beberapa jam semalam.

Tim Fu pertama kali melaporkan pada tahun 2009 bahwa mutasi pada gen yang disebut DEC2 menyebabkan orang yang tidur pendek tetap terjaga lebih lama. Kemudian, dia menemukan bahwa mutasi pada ADRB1 memungkinkan 12 anggota keluarga untuk tidur hanya 4,5 jam per malam tanpa merasa lelah. Kemudian, mutasi ketiga pada gen yang disebut NPSR1 menyebabkan anggota keluarga lain rata-rata tidur antara 5,5 dan 4,3 jam per malam.

Gen tidur pendek memiliki hubungan dengan peningkatan produktivitas. Mereka yang memiliki gen tampaknya memanfaatkan waktu ekstra itu dengan baik. Para peneliti menemukan banyak orang yang tidur pendek memiliki kepribadian tipe A yang ambisius, tetapi juga sangat positif, ramah, dan optimis. Banyak dari mereka adalah pelari maraton dengan ciri fisik dan fisiologis positif yang mungkin terkait dengan pola tidur mereka.

Temuan ini menunjukkan bahwa mutasi genetik mencegah orang yang tidur pendek mengalami efek buruk dari kurang tidur, yang biasanya dikaitkan dengan obesitas, diabetes, masalah kardiovaskular, depresi, dan defisit kognitif.

Kelebihan lain untuk gen tidur pendek adalah kenangan fenomenal mereka. Mereka tidak hanya memiliki lebih banyak waktu untuk membuat kenangan ini, tetapi mereka juga sebenarnya lebih mungkin untuk mengingatnya di tahun-tahun berikutnya! Fu mengatakan sekitar 90 persen hingga 95 persen orang dalam penelitian memiliki karakteristik umum ini dan mampu menghindari defisit memori yang terkait dengan kurang tidur.

Untuk mengkonfirmasi penelitian ini, tes memori dilakukan pada tikus yang direkayasa untuk memiliki gen tersebut. Tikus ditempatkan di sebuah ruangan dan disetrum dengan lembut dengan arus listrik sambil menjelajahi sekitarnya. Ketika tikus normal beristirahat dengan baik, mereka dapat mengingat keterkejutan dan menolak untuk berkeliaran setelah dikembalikan ke ruangan. Tikus yang kurang tidur, di sisi lain, tidak menunjukkan rasa takut dan sepertinya melupakan keterkejutan ketika mereka dikembalikan. Namun, pembawa NPSR1 versi mutan memang mengingat kejutan listrik, bahkan setelah kurang tidur.

Baca juga: Pakai Kaus Kaki Membantu Tidur jadi Lebih Nyenyak






Menurut Studi Makan Larut Malam Bikin Lebih Lapar Keesokan Paginya

8 jam lalu

Menurut Studi Makan Larut Malam Bikin Lebih Lapar Keesokan Paginya

Jika Anda sering makan larut malam mungkin sudah waktunya untuk menghentikan kebiasaan itu


Berkeringat Berlebih Bisa Menjadi Tanda Obesitas, Apa Lagi?

1 hari lalu

Berkeringat Berlebih Bisa Menjadi Tanda Obesitas, Apa Lagi?

Obesitas penyakit yang bisa mengakibatkan komplikasi dengan penyakit lain. Sangat penting mengenali gejala obesitas sebelum muncul efek samping.


Cara Cegah Obesitas: Banyak Konsumsi Buah, Sayur, dan Makanan Bebas Lemak

1 hari lalu

Cara Cegah Obesitas: Banyak Konsumsi Buah, Sayur, dan Makanan Bebas Lemak

Penyakit obesitas bisa dihindari dengan melakukan pola hidup sehat mulai dari menjaga pola makan, aktivitas, hingga tidur yang cukup.


Mengapa Penderita Obesitas Berisiko Kena Diabetes dan Penyakit Jantung?

1 hari lalu

Mengapa Penderita Obesitas Berisiko Kena Diabetes dan Penyakit Jantung?

Orang yang mengalami obesitas dapat berisiko lebih besar terkena penyakit antara lain diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Kenapa?


Kourtney Kardashian Masih Tidur Bersama Putrinya yang Berusia 10 Tahun

2 hari lalu

Kourtney Kardashian Masih Tidur Bersama Putrinya yang Berusia 10 Tahun

Kourtney Kardashian menikah dengan Travis Barker tetapi tinggal di rumah terpisah demi kenyamanan anak-anak mereka.


Hindari 8 Aktivitas Ini Setelah Makan

2 hari lalu

Hindari 8 Aktivitas Ini Setelah Makan

Hal yang perlu dilakukan setelah makan adalah tetap bergerak, tetapi tidak melakukan gerakan intens atau berlebihan.


Bahaya Penyakit Mengintai Penderita Obesitas, Diabetes Urutan Pertama

2 hari lalu

Bahaya Penyakit Mengintai Penderita Obesitas, Diabetes Urutan Pertama

Obesitas atau kelebihan berat badan mengundang berbagai penyakit berbahaya. Diabetes berada di urutan pertama.


Faktor Penyebab Obesitas Bukan Cuma Salah Pola Makan

2 hari lalu

Faktor Penyebab Obesitas Bukan Cuma Salah Pola Makan

Obesitas tentu berpengaruh bagi kesehatan tubuh. Ternyata, penyebab kelebihan berat badan tak hanya soal salah pola makan.


Jangan Lakukan 4 Kebiasaan Ini Sebelum Tidur

3 hari lalu

Jangan Lakukan 4 Kebiasaan Ini Sebelum Tidur

Spesialis tidur mengatakan tak boleh melihat ponsel atau televisi 30 menit sebelum tidur.


Inilah 7 Dampak Buruk Pemberiaan Susu Formula bagi Bayi dan Anak

3 hari lalu

Inilah 7 Dampak Buruk Pemberiaan Susu Formula bagi Bayi dan Anak

Ada banyak dampak buruk yang bisa diperoleh bayi dan anak bila mengonsumsi susu formula. Apa saja dampak buruk tersebut?