Usia Lebih dari 50 Tahun, Lakukan 5 Kebiasaan Ini agar Sehat dan Panjang Umur

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita paruh baya bersantai. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita paruh baya bersantai. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang yang berusia 50 tahun ke atas umumnya lebih santai agar bisa menikmati apa yang telah dicapai selama masa hidup. Jadi, banyak orang memilih mengurangi produktivitas di usia ini.

    Namun, banyak pakar yang menyarankan untuk lebih produktif di usia ini. Jangan berhenti secara fisik atau mental. Aktif secara fisik dan mental dapat menjaga jantung  kuat, otak tetap prima, dan mengurangi risiko penyakit kronis.

    Inilah 5 tips untuk orang berusia 50 tahun ke atas untuk hidup sehat dan panjang umur.

    1. Ingat, kehidupan baru separuh  

    Usia 50 tahun merupakan usia paruh baya yang sebenarnya masih memiliki banyak waktu di masa depan. Menurut perhitungan aktuaria, rata-rata manusia yang berusia 50 tahun akan bertahan hidup sampai setidaknya 80 tahun. Pada usia 50, manusia memiliki kehidupan dewasa yang baru setengah selesai. Ada banyak hal yang dapat dilakukan agar tetap sehat, seperti belajar, bermain atau berolahraga

    2. Aktif secara fisik

    Menjadi tua bukan berarti pasif. Semakin bertambahnya usia, banyak diam atau duduk dapat memicu beberapa penyakit seperti obesitas, kanker, serangan jantung, stroke dan penurunan kepadatan tulang. Hal tersebut dapat dihindari dengan perbanyak olahraga.

    American Heart Association merekomendasikan setiap minggunya 150 menit olahraga intensitas sedang seperti jalan cepat atau berkebun atau 75 menit olahraga berat seperti lari, bersepeda atau berenang. Ditambah latihan penguatan otot dua kali seminggu. 

    3. Istirahat kecil

    Istirahat kecil adalah melakukan aktivitas fisik berupa jalan-jalan sebentar di luar rumah atau melompat-lompat kecil, hal ini berguna untuk meningkatkan detak jantung. Sarah Rettinger, seorang ahli endokrinologi di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California, Amerika Serikat, merekomendasikan bahwa orang berusia 50 tahun ke atas untuk selalu memasang pengingat untuk istirahat. 

    "Jalan-jalan sebentar di luar, naik tangga, beberapa putaran di sekitar rumah atau apartemen, lakukan beberapa jumping jack - apa saja untuk meningkatkan detak jantung, atau membuat Anda sedikit kehabisan napas," katanya.

    4. Aktif secara mental

    Mental dapat mempengaruhi cara kerja otak. Mental yang sehat menurunkan resiko kecemasan dan depresi. Studi mengemukakan bahwa kesepian dapat memicu efek negatif bagi kesehatan, efeknya seperti merokok 15 batang sehari, serta berisiko 50 persen lebih tinggi terkena demensia saat tua. 

    Untuk menghindari hal tersebut, bergabunglah dengan kegiatan sosial dan aktif. Bersosialisasi dengan teman, kerabat dan orang yang dicintai, bergabung dengan kelompok aktivitas atau menjadi sukarelawan.

    Baca juga: Mau Panjang Umur Biasakan Aktif Bergerak Setiap Hari dengan 4 Tips Ini

    5. Berpikir positif

    Hindari pemikiran bahwa bertambahnya umur dapat mempercepat kematian. “Memiliki pandangan positif tentang penuaan dikaitkan dengan hidup lebih lama dan hidup lebih baik," kata Scott Kaiser, ahli geriatri di California. 

    Para ilmuwan Yale menjelaskan bahwa orang-orang yang berpikir positif tentang pertambahan usia rata-rata 7,5 tahun hidup lebih lama dan mengalami risiko demensia yang lebih rendah daripada orang-orang dengan pandangan negatif.

    SITI HAJAR SUWARDI | EATTHIS.COM

    ADVERTISEMENT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.