Pakai Kaus Kaki Membantu Tidur jadi Lebih Nyenyak

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • llustrasi tidur menggunakan kaus kaki. Freepik.com

    llustrasi tidur menggunakan kaus kaki. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sulit tidur di malam hari? Coba menggunakan kaus kaki yang hangat. Menurut Jason Ellis, profesor psikologi dan direktur Northumbria Sleep Center, Inggris, memakai kaus kaki membantu meningkakan kualitas tidur. 

    Ellis mengatakan kaus kaki ini bekerja dengan prinsip yang sama seperti masuk dan keluar dari kamar mandi, ada perubahan suhu tubuh yang bikin seseorang lebih siap tidur. 

    "Anda memanaskan suhu tubuh, melalui area perifer, tangan dan kaki. Dan kemudian jika Anda melepas kaus kaki, itu akan mendinginkan tubuh, sekali lagi meniru waktu tidur itu," kata pakar insomnia itu, dalam podcast mingguan Just One Thing bersama dokter Michael Mosley.

    "Jadi ini lebih tentang melepasnya setelah memakainya untuk jangka waktu tertentu," dia menambahkan. 

    ADVERTISEMENT

    Mosley kemudian bertanya lebih jauh bagaimana perubahan suhu inti ini mempengaruhi tubuh.

    “Ini mengirimkan sinyal bahwa sudah waktunya untuk tidur. Jadi pada siang hari kita cukup hangat, dan kemudian saat malam hari, suhu tubuh kita agak berkurang, dan itu membuat kita nyaman dan siap untuk tidur," kata dia. Tapi beberapa orang tetap mengalami kesulitan tidur. 

    Prinsip yang sama berlaku untuk memakai kaus kaki dan kemudian melepasnya. Mandi air hangat juga terbukti berhasil, meski tidak terlalu efektif. 

    Alasan lain mengapa kaus kaki bisa membantu adalah rasa dingin menyempitkan pembuluh darah sehingga darah yang beredar lebih sedikit, menurut laman Health Line. Menurut National Sleep Foundation, menghangatkan kaki sebelum tidur membantu memberikan sinyal tidur yang jelas kepada otak bahwa sudah waktunya tidur.

    Kenapa perlu menemukan cara untuk mengatasi kurang tidur? Sebab, kurang tidur  dapat memiliki efek buruk pada tubuh.

    "Dalam jangka pendek ada masalah seputar regulasi emosi, kinerja, dan perasaan," jelas Prof Ellis. Sedangkan dalam jangka panjang, kurang tidur dihubungkan dengan banyak penyakit fisik dan psikologis. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa kurang tidur telah dikaitkan dengan sejumlah penyakit kronis yang serius, seperti obesitas, penyakit jantung dan diabetes, yang memperpendek harapan hidup. 

    "Sekarang jelas bahwa tidur nyenyak di malam hari sangat penting untuk hidup yang lebih panjang dan sehat."

    Baca juga: Kebiasaan Dengarkan Lagu Sebelum Tidur Bisa Merusak Kualitas Tidur

    EXPRESS.CO.UK


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.