Cerita Paris Jackson Mengalami Halusinasi Pendengaran karena Paparazzi

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paris Jackson berjalan mengenakan gaun dari desainer Jean Paul Gaultier dalam koleksi Haute Couture Spring/Summer 2020 di ajang Paris Fashion Week, di Paris, Perancis, 22 Januari 2020. REUTERS/Charles Platiau

    Paris Jackson berjalan mengenakan gaun dari desainer Jean Paul Gaultier dalam koleksi Haute Couture Spring/Summer 2020 di ajang Paris Fashion Week, di Paris, Perancis, 22 Januari 2020. REUTERS/Charles Platiau

    TEMPO.CO, Jakarta - Paris Jackson mengungkapkan trauma yang dia alami, saat anak dan orang dewasa. Trauma yang dialaminya berhubungan dengan perilaku paparazzi. Dia menceritakan hal tersebut dalam episode Red Table Talk Facebook Watch

    "Saya mengalami halusinasi pendengaran kadang-kadang dengan klik kamera dan paranoia parah dan telah menjalani terapi untuk banyak hal," kata Jackson kepada Willow Smith pada episode Red Table Talk Facebook Watch, menurut Associated Press, seperti dilansir dari laman People. "Aku akan mendengar gemerisik kantong sampah dan tersentak panik."

    Dia menganggap hal yang dialaminya termasuk PTSD atau post-traumatic stress disorder, gangguan yang ditandai dengan kegagalan untuk pulih setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa yang mengerikan. "Saya pikir itu PTSD standar," tambah Jackson, yang mendiang ayahnya Michael Jackson berusaha melindungi dirinya dan saudara-saudaranya, Prince dan BG, dari kamera dengan meminta mereka memakai topeng di depan umum sebagai anak-anak.

    Anak-anak Michael Jackson,(kiri - kanan) Prince, Blanket dan Paris menempelkan tangan mereka ke adonan semen pada acara pengabadian Michael Jackson, di pelataran Grauman Chinese Theatre, Hollywood, Los Angeles, AS pada Kamis (26/1). REUTERS/Phil McCarten

    ADVERTISEMENT

    Wanita 23 tahun itu sebelumnya telah berbicara tentang diagnosis PTSD-nya untuk mendukung Paris Hilton, yang mengalami gangguan kesehatan mental saat sekolah asrama. "Saya mendukung Paris Hilton & semua yang selamat. #BreakingCodeSilence," tulisnya di Instagram Story-nya pada bulan Oktober. "Silakan geser ke atas untuk menandatangani petisi ini untuk menutup sekolah & menghentikan pelecehan terhadap anak-anak."

    Paris Jackson melanjutkan dengan mengungkapkan bahwa ia juga mengalami hal serupa saat sekolah asrama. "Sebagai seorang gadis yang juga pergi ke 'sekolah asrama' modifikasi perilaku selama hampir dua tahun sebagai seorang remaja, dan sejak itu didiagnosis dengan PTSD karena itu, dan terus mengalami mimpi buruk dan masalah kepercayaan, saya mendukung Paris Hilton dan yang selamat lainnya," ujarnya.

    Tak lama berselang, Paris Jackson dia memulai debutnya lewat lagu berjudul "Let Down," lagu solo pertamanya sejak berpisah dengan pacar dan rekan seband Soundflowers Gabriel Glenn.

    Baca juga: Paris Jackson Bahagia Usai Rehat dari Pekerjaan dan Media Sosial


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...