Selain Ketombe dan Alergi, Ini Penyebab Rasa Gatal di Kulit Kepala

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kepala gatal. Shutterstock

    Ilustrasi kepala gatal. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kulit kepala gatal tapi tidak reda saat digaruk? Jika rasa gatal melewati batas normal, mungkin Anda akan mencari tahu penyebabnya, bisa alergi, ketombe, atau sesuatu yang lebih serius. 

    Umumnya rasa gatal di kulit kepala disebabkan sesuatu yang tidak berbahaya. Penanganannya pun mudah. Inilah penyebab kulit kepala gatal dan cara mengatasinya, seperti dilansir Women's Health, Senin, 14 Juni 2021.  

    1. Ketombe

    Ketombe disebabkan tiga hal: kulit kepala berminyak (bukan yang kering), penumpukan kulit mati atau produk penataan rambut, atau jamur seperti ragi yang disebut malassezia.

    ADVERTISEMENT

    Untuk mengatasinya, memijat sampo dengan kuat ke kulit kepala dapat mengangkat penumpukan kulit mati, tetapi jika pengelupasan berlanjut, gunakan sampo yang mengandung zinc atau asam salisilat, yang mengobati jamur, penumpukan, dan minyak.

    2. Reaksi alergi

    Bahan dalam beberapa produk rambut dapat memicu reaksi alergi, kata Maria Hordinsky, profesor dan ketua dermatologi di University of Minnesota di Minneapolis, Amerika Serikat. "Alergennya sering berupa wewangian, atau zat pelembab yang disebut propilen glikol."

    Jadi, berhenti menggunakan produk dengan bahan-bahan itu selama seminggu; jika iritasi hilang, ganti produk lama dengan opsi bebas pewangi atau pelembap. Suhu terik dari alat penata rambut seperti pengering rambut, setrika seterika, dan alat pengeriting rambut juga dapat mengeringkan kulit kepala dan menyebabkan gatal, jadi pertahankan pengaturan panas pada suhu sedang.

    3. Psoriasis

    Ini adalah kondisi autoimun yang bisa karena keturunan, menurut American Academy of Dermatology (AAD). Hal-hal seperti stres, infeksi, beberapa obat, dan cuaca dingin dan kering dapat memicu kekambuhannya.

    Jika sudah dipastikan gatal karena psoriasis, gunakan sampo dengan tar batubara - terdengar aneh, tetapi bekerja, kata dokter kulit Joshua Zeichner, direktur penelitian kosmetik dan klinis di Rumah Sakit Mount Sinai di New York. Dokter juga dapat meresepkan obat yang lebih kuat jika diperlukan.

    4. Legiun prakanker

    Kulit kepala berkerak dengan diameter sekitar seperempat inci, mungkin penyebabnya legiun prakanker. Ini disebut actinic keratosis, dan itu adalah hasil dari paparan sinar matahari selama bertahun-tahun, kata Hordinsky.

    Sekitar 10 persen kondisi ini menjadi kanker, jadi segera ke dokter untuk memeriksanya dan, jika perlu, diangkat. Untuk mencegahnya, gunakan tabir surya yang diformulasikan khusus untuk kulit kepala.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.