7 Cara Mengatasi Kerusakan Kulit akibat Sinar Matahari

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi facial atau perawatan wajah. shutterstock.com

    Ilustrasi facial atau perawatan wajah. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sinar ultraviolet atau UV dari matahari adalah penyebab nomor satu penuaan dini pada kulit, sering juga disebut kerusakan akibat sinar matahari. Kondisi ini terjadi akibat kulit terpapar sinar matahari berlebihan. 

    Michele Green, dokter kulit kosmetik bersertifikat yang berbasis di New York. Amerika Serikat, mengatakan sinar UV dapat menembus kulit. "Bahkan di lapisan terdalam dan menyebabkan perubahan DNA pada tingkat sel."

    Green mengatakan bahwa sinar UV dapat berdampak negatif pada proses penuaan kulit dan, dalam beberapa kasus, menyebabkan kanker.

    Bagian tersulitnya adalah kerusakan ini tidak selalu terlihat jelas. Kadang kulit masih terlihat sempurna, tapi ketika dites dengan fotografi UV mereka, hasilnya bikin kaget. Itu karena banyak tanda-tanda kerusakan akibat sinar matahari membutuhkan waktu untuk mencapai permukaan kulit. 

    ADVERTISEMENT

    “Butuh waktu bertahun-tahun sampai kerusakan akibat sinar matahari terlihat karena kedalaman sel-sel kulit yang dirusak sinar UV,” Green menjelaskan. Dia mencatat bahwa beberapa tanda kerusakan akibat sinar matahari termasuk bintik-bintik cokelat, kerutan dan garis-garis halus, hilangnya elastisitas, dan warna atau tekstur kulit tidak merata.

    Jika mulai melihat tanda-tanda ini, Green mengatakan jangan terlalu khawatir. Inilah perawatan yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya. 

    1. Mengoleskan vitamin C setiap hari 

    Salah satu cara terbaik untuk memerangi efek berbahaya dari sinar UV adalah dengan melengkapi rutinitas perawatan kulit dengan antioksidan seperti vitamin C.

    “Vitamin C adalah antioksidan kuat yang membantu memerangi pembentukan hiperpigmentasi, garis-garis halus, dan kerutan akibat paparan sinar UV,” Green menjelaskan.

    Sifat restoratif asam L-askorbat (versi aktif vitamin C) berkontribusi pada percepatan produksi kolagen dan elastin di kulit. Seperti yang Anda ketahui, kolagen dan elastin sebagian besar berfungsi menjaga kulit tampak sehat dan awet muda. Tapi efeknya berlahan, jadi bersabarlah. 

    2. Pakai retinol 

    Bahan lain yang dapat bekerja dengan baik untuk kulit yang rusak akibat sinar matahari adalah retinol.

    “Retinoid topikal dianggap sebagai standar emas dalam perawatan kulit anti-penuaan setelah tabir surya,” kata Adeline Kikam, dokter kulit bersertifikat dan pendiri @brownskinderm. "Retinoid topikal dapat sering digunakan dalam rutinitas perawatan kulit untuk mengubah tekstur kulit yang rusak akibat sinar matahari, meningkatkan pergantian sel kulit, dan mengatasi noda dan warna kulit yang tidak merata." Selain itu, Kikam mengatakan bahwa retinol juga membantu merangsang produksi kolagen dan elastin di kulit yang hilang akibat kerusakan akibat radiasi UV.

    Baca juga: 5 Cara Melindungi Kulit dari Bahaya Sinar Matahari, Tak Hanya Pakai Tabir Surya

    3. Pengelupasan kimia

    Pengelupasan atau peeling kimia banyak ditakuti karena efeknya, tapi menurut dokter, asam kimia dapat membuat keajaiban bagi kulit. Menurut dokter kulit bersertifikat yang berbasis di Ohio, Hope Mitchell, larutan asam (alias exfoliant kimia), seperti  asam mandelic, glycolic, salicylic, atau trichloroacetic, dapat membantu mengatasi kerusakan akibat sinar matahari.

    “Chemical peels memperbaiki penampilan kulit yang rusak akibat sinar matahari dengan menggunakan larutan kimia untuk mempercepat proses pembaruan atau pergantian kulit,” jelasnya. "Dengan pengelupasan kulit, kulit baru di bawahnya mungkin tampak lebih halus, kurang kusam dan berpigmen, dan bahkan mungkin memiliki lebih sedikit garis halus dan prakanker."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.