Alasan Mengapa Program Bayi Tabung Sebaiknya Dilakukan Sebelum Usia 35 Tahun

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil. (Unsplash/Suhyeon Choi)

    Ilustrasi ibu hamil. (Unsplash/Suhyeon Choi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) jadi pilihan pasangan yang mengalami masalah kesuburan saat ingin memiliki anak. Program ini bisa dijalani setelah pasangan melakukan usaha secara alami sampai tahun kedua pernikahan. 

    Namun, program bayi tabung tak selalu berhasil, tergantung kondisi kesehatan dan usia pasangan. Agar program bayi tabung tersebut memiliki peluang keberhasilan lebih besar, sebaiknya dilakukan dalam usia yang lebih muda, setidaknya ketika usia pernikahan sudah memasuki tahun kedua atau tahun ketiga tetapi belum diberi keturunan.

    “Pasangan suami istri yang sudah melakukan hubungan seksual secara teratur selama 12 bulan tetapi belum membuahkan hasil, maka perlu melakukan pemeriksaan basic infertility. Dengan melakukan skrining sejak dini maka akan diketahui apakah ada masalah pada sperma atau sel telur,” ujar Managing Director Morula IVF Indonesia Ade Gustian Yuwono. 

    Program bayi tabung idealnya dilakukan ketika masih berusia di bawah 35 tahun. Tingkat keberhasilannya akan lebih besar karena saat itu jumlah sel telur dan kualitas sperma masih bagus.

    Ketika pasangan sudah di atas 35 tahun, peluangnya akan lebih kecil. Bagaimana pun usia mempengaruhi tingginya keberhasilan program tersebut. Makin ditunda, peluang keberhasilan untuk mendapatkan keturunan melalui program bayi tabung akan makin kecil.

    ADVERTISEMENT

    Berbeda dengan proses inseminasi buatan yang lebih sederhana, di mana sperma ditempatkan di dalam rahim dan pembuahan terjadi secara normal, IVF melibatkan penggabungan sel telur dan sperma di luar tubuh di laboratorium, menurut laman WebMD. Setelah embrio atau embrio terbentuk, mereka kemudian ditempatkan di dalam rahim. 

    President Director Morula IVF Indonesia Ivan Rizal Sini mengatakan klinik Morula memiliki teknologi bersertifikasi internasional setara dengan klinik bayi tabung di Asia Pasifik. Tingkat keberhasilan mencapai di atas 60 persen. Di Morula pasien tidak hanya mendapatkan layanan reproduksi, tetapi juga layanan holistik pendukung program kesuburan. Pasien juga dapat melakukan layanan konsultasi psikologi dan layanan akupuntur. 

    Baca juga: Tya Ariestya Ingin Program Bayi Tabung Lagi, Berharap Dapat Anak Perempuan

    BISNIS.COM | WEBMD


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.