Idap Kista Ovarium, Dinda Kirana Menghindari Makanan Ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dinda Kirana saat menghadiri acara Korea Tourism Organization di  Plaza Kuningan Menara Utara, Jakarta Selatan, Selasa, 5 Maret 2019. (TEMPO/Bram Setiawan)

    Dinda Kirana saat menghadiri acara Korea Tourism Organization di Plaza Kuningan Menara Utara, Jakarta Selatan, Selasa, 5 Maret 2019. (TEMPO/Bram Setiawan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinda Kirana didiagnosis mengidap kista ovarium. Aktris 26 tahun itu baru menjalani operasi pengangkatan kista pada Kamis, 10 Juni 2021. 

    Dinda menceritakan awal mula dia mengidap penyakit itu saat Instagram Live, Jumat. Dia mengatakan bahwa setahun lalu dia sudah mengetahui penyakit ini, tapi sengaja menunda pengobatan.

    "Mungkin temen-temen banyak juga yang mengalami hal sama kayak aku dan masih ditunda-tunda pengobatannya, ntar-ntar, ada yang takut diperiksa atau takut untuk operasi," kata dia. 

    Setahun menunda pengobatan, kistanya yang sebelumnya hanya berukuran 3 sentimeter makin bertambah besar. Bahkan bukan hanya satu, tapi dua. 

    ADVERTISEMENT

    "Ovarium juga ada dua kan, kantung kanan dan kiri, dua-duanya ada. Ada yg kurang lebih 12 dan 5 sentimeter, udah termasuk besar sekali," dia menambahkan. 

    Sebagai pengidap kista ovarium, Dinda mengatakan pola makan sangat penting untuk perempuan, terutama yang sudah memiliki kista.

    "Penting banget dari pola makan, juga nggak boleh yang disuntik-suntik hormon kayak sekarang kan banyak banget ayam negeri yang gede-gede, itu nggak bagus buat kita, apalagi yang punya kista," kata dia. 

    Hal lainnya, kata dia, susu kedelai atau soy milk dan buah nanas. Nanas adalah salah satu buah yang paling dia sukai. 

    "Nanas ternyata nggak bagus juga untuk yang punya penyakit kista karena jadi kayak ngasih makan kistanya," kata dia. "Nggak boleh makan junk food juga." 

    Dilansir dari Livestrong, kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang berkembang di dalam ovarium atau indung telur. Meskipun sebagian besar tidak berbahaya dan sembuh dengan sendirinya, beberapa dapat menyebabkan nyeri atau perdarahan menstruasi yang berat.

    Modifikasi diet atau pola makan, seperti menghindari makanan tertentu, tidak dianggap sebagai pengobatan untuk kista ovarium, namun beberapa pola diet dapat mempengaruhi perkembangannya. Selain itu, diet juga penting untuk mengelola sindrom ovarium polikistik (PCOS), sindrom klinis yang ditandai dengan obesitas, menstruasi tidak teratur, kadar hormon abnormal dan adanya banyak kista ovarium kecil.

    Ada bukti bahwa pola makan tertentu meningkatkan risiko mengidap kista ovarium. Misalnya, daging merah dan keju dapat meningkatkan risiko jenis kista ovarium tertentu, sementara makan sayuran hijau mungkin memiliki efek perlindungan, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam "European Journal of Obstetrics, Gynecology and Reproductive Biology" edisi Oktober 2003.

    Studi lain yang diterbitkan dalam International Journal of Community Based Nursing and Midwifery pada April 2016 mencari hubungan antara lemak makanan dan kista ovarium, dan hanya menemukan hubungan itu tidak signifikan secara statistik.

    Tapi, bagaimana pun pola makan sehat penting untuk kesehatan secara keseluruhan, terutama menghindari junk food seperti yang dikatakan Dinda Kirana.  

    Baca juga: Dinda Kirana Operasi Kista Ovarium, Inilah Gejala Awal yang Dia Rasakan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.