Kurangi Asupan Garam dapat Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menaburkan garam. shutterstock.com

    Ilustrasi menaburkan garam. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Garam adalah bumbu dapur paling populer yang digunakan dalam berbagai masakan di seluruh dunia. Hal ini tidak hanya ditambahkan ke makanan sebagai agen penyedap tetapi juga memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan manusia.

    Garam sumber mineral penting seperti ion natrium dan klorida dalam makanan manusia. Natrium membantu fungsi saraf dan otot dan terlibat dalam pengaturan cairan dalam tubuh, sementara klorida membantu menjaga keseimbangan jumlah cairan di dalam dan di luar sel. Kedua mineral tersebut juga berperan dalam menjaga tekanan dan volume darah. Tetapi ketika dikonsumsi secara berlebihan, zat penyedap yang sangat ini dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan.

    Kita semua tahu bahwa asupan garam yang tinggi dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, penelitian lain menunjukkan bahwa hal itu juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda.

    Menambahkan terlalu banyak garam ke dalam makanan dapat mengganggu fungsi antibakteri sel kekebalan. Melansir laman Times of India, sebuah studi baru yang ditampilkan dalam Science Translational Medicine untuk pertama kalinya mengungkapkan bahwa garam juga dapat mempersulit sistem kekebalan untuk menghancurkan bakteri di beberapa organ manusia. Sebuah studi laboratorium yang dilakukan oleh tim peneliti dari University Hospital of Bonn di Jerman menemukan bahwa diet tinggi garam memperburuk infeksi bakteri umum pada ginjal yang disebut Escherichia coli.

    ADVERTISEMENT

    Untuk meyakinkan bahwa efek dari asupan garam yang berlebihan tidak sementara, para peneliti menginfeksi tikus dengan Listeria (bakteri). Setelah tes, mereka menemukan bahwa infeksi lebih buruk pada tikus, yang diberi diet tinggi garam. Ini adalah studi pertama di mana terungkap bahwa diet tinggi natrium sebenarnya dapat memperburuk infeksi dalam tubuh. Diet tinggi garam melemahkan jenis sel respon imun, neutrofil, yang terutama membantu tubuh dalam memerangi infeksi bakteri ginjal. Di bagian tubuh lainnya, ginjal membantu menjaga konsentrasi garam dengan mengeluarkan kelebihan natrium.

    Sesuai dengan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, setiap orang dewasa harus mengonsumsi kurang dari 5 gram kurang dari satu sendok teh garam per hari. Untuk anak-anak, asupan garam maksimal yang disarankan harus lebih rendah daripada orang dewasa. Itu harus tergantung pada kebutuhan energi mereka relatif terhadap orang dewasa. Tingkat rekomendasi ini tidak termasuk menyusui (0–6 bulan) atau periode pemberian makanan pendamping ASI dengan terus menyusui (6–24 bulan).

    Studi ini dengan jelas menunjukkan bahwa jika Anda ingin menjaga diri Anda tetap sehat dan meningkatkan kesehatan kekebalan tubuh Anda, Anda tidak boleh mengonsumsi lebih dari kadar garam yang disarankan dalam sehari. Jauhi camilan asin dan makanan olahan. Makanan tinggi garam dapat mempengaruhi kesehatan Anda dalam lebih dari satu cara.

    Baca juga: Mengenal 7 Jenis Garam Masak, Mana yang Paling Baik?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.