Penyebab Produk Perawatan Kulit Tak Lagi Efektif Digunakan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita memijat wajah. Freepik.com/user15285612

    Ilustrasi wanita memijat wajah. Freepik.com/user15285612

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak ada yang lebih menyenangkan dari memperkenalkan bahan atau formula baru ke rutinitas Anda yang berhasil. Namun seiring waktu, cahaya yang dulu cemerlang itu berkurang ; kulit Anda tidak lebih buruk, tetapi tidak sama kilaunya seperti ingatan awal Anda.

    Kondisi ini disebut Takifilaksis—di mana tubuh Anda tidak peka terhadap obat tertentu, membuatnya tidak efektif—secara teknis dapat terjadi, tetapi sangat tidak mungkin dengan perawatan kulit umum (biasanya terjadi dengan obat topikal atau steroid).

    Namun, dengan perawatan kulit yang dijual bebas ada beberapa alasan mengapa Anda mungkin melihat beberapa hasil yang berkurang berikut ini

    1. Anda secara visual terbiasa dengan penampilan kulit Anda

    ADVERTISEMENT

    "Ketika Anda pertama kali mulai menggunakan suatu produk dan Anda memperbaiki kulit Anda ke tempat yang seharusnya, di situlah Anda melihat manfaat paling banyak," kata dokter dan formulator kosmetik yang berbasis di London Vanita Rattan, MBBS, dalam video TikTok baru-baru ini. "Setelah itu, peningkatan akan menjadi kurang dramatis." Pikirkan saat Anda memasukkan pencerah (seperti vitamin C atau niacinamide) ke dalam rutinitas Anda—kulit bercahaya pun terjadi, bukan? Seiring waktu, faktor wow awal itu mungkin sedikit berkurang, tetapi itu tidak berarti produk Anda sendiri telah berhenti bekerja.

    "Reaksi dan menjadi aktif tidak selalu sama," tambah dokter kulit bersertifikat Ava Shamban, seperti dilansir dari laman Mind Body Green. "Anda tidak perlu melihat reaksi untuk mendapatkan manfaat metabolisme atau seluler kulit." Jadi percayalah bahwa zat aktif tersebut—vitamin C, niacinamide, apa pun yang Anda miliki—masih berfungsi, bahkan jika kulit Anda tidak memberikan respon langsung.

    2. Kulit Anda berubah seiring waktu

    Itu tidak berarti koleksi perawatan kulit Anda tidak perlu ditingkatkan. "Kondisi lingkungan dan cuaca dapat mengubah cara kulit kita berinteraksi dengan produk dan bahan tertentu," kata Shamban, itulah sebabnya para ahli kulit sering merekomendasikan untuk mengganti perawatan kulit Anda sesuai dengan musim. Misalnya, kulit musim dingin yang kering dan dehidrasi mungkin tidak memiliki reaksi yang sama terhadap bahan-bahan tertentu (karena sel-sel kulit mati dan kotoran dapat mencegah bahan-bahan tersebut menembus dengan benar). Kulit Anda juga berubah seiring bertambahnya usia dan fluktuasi hormon, yang mungkin memerlukan pendekatan berbeda seiring waktu. Selain itu kulit adalah organ terbesar, jadi Anda tidak bisa berharap untuk memperlakukannya sama selamanya.

    3. Produk Anda kedaluwarsa atau tidak aktif

    Meskipun kulit Anda dapat merespons secara berbeda terhadap bahan-bahan tertentu, menurut Shamban, penting untuk melihat lebih dekat pada produk yang Anda gunakan. Perawatan kulit yang tidak efektif "mungkin disebabkan oleh produk, bukan epidermis," katanya. Dengan kata lain: Ini bukan Anda—ini produk Anda. Pastikan Anda tidak menggunakan perawatan kulit kedaluwarsa atau secara tidak sengaja membuat produk Anda tidak efektif.

    Jika produk perawatan kulit Anda tidak berfungsi, ini yang harus dilakukan.

    - Periksa masa simpan: Perawatan kulit yang melewati masa jayanya tidak akan berhasil (dan bahkan dapat menyebabkan iritasi bagi sebagian orang). Periksa tanggal kedaluwarsa pada botol, dan perhatikan tanda-tanda ketengikan—seperti perubahan tekstur, warna, atau bau.
    - Pastikan Anda tidak membatalkan produk: Produk tertentu dapat menonaktifkan satu sama lain, seperti antioksidan dengan asam atau perawatan jerawat (seperti benzoil peroksida). Jika Anda melihat kulit Anda berkerut, itu bisa menjadi tanda bahwa produk Anda tidak terserap dengan baik. Lewati satu langkah atau "tunggu beberapa saat sebelum menambahkan atau melapisi bahan lain—hingga lima menit," kata Shamban.
    - Oleskan produk pada kulit yang bersih. "Kotoran pada kulit dapat mencegah penetrasi bahan aktif," dermatolog bersertifikat Jennifer Herrmann. Pastikan untuk membersihkan dan menghapus riasan dengan benar sebelum menepuk produk. Dan jika kulit Anda rentan terhadap pori-pori tersumbat dan penumpukan, rejimen pengelupasan secara teratur dapat membantu kulit Anda menuai lebih banyak manfaat.
    - Atur ulang rutinitas Anda dengan dokter kulit. Jika Anda melakukan semua hal yang benar dan masih melihat hasil yang kurang memuaskan, Anda mungkin perlu mengubahnya. Jika Anda ingin mengubah rutinitas, Anda selalu dapat berkonsultasi dengan dokter kulit tentang produk dan strategi yang tepat untuk Anda.

    Ada sejumlah alasan mengapa suatu bahan kehilangan faktor wow-nya dari waktu ke waktu. Terkadang yang salah adalah produknya—misalnya, jika Anda membiarkannya terlalu lama di bawah sinar matahari dan menjadi tengik. Dalam kasus lain, Anda mungkin perlu merangsang kulit Anda dengan bahan aktif baru.

    Baca juga: 5 Tips Perawatan Kulit Dolly Parton Agar Terlihat Awet Muda


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.