Menurut Studi Bangun Tidur Lebih Awal Turunkan Risiko Depresi

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita tidur. Freepik.com/Tirachardz

    Ilustrasi wanita tidur. Freepik.com/Tirachardz

    TEMPO.CO, Jakarta - Morning person dan Night person adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan pola tidur kita secara umum, tetapi jika Anda ingin memahami secara spesifik siklus tidur-bangun Anda, lihat kronotipe tidur Anda. Selain tidur, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kronotipe tidur juga dapat memengaruhi risiko depresi seseorang.

    Kronotipe adalah istilah yang mengacu pada "jam internal" manusia, kapan seseorang paling mengantuk atau kapan paling berenergi. Ada empat kronotipe, beruang, serigala, singa, dan lumba-lumba. Orang dengan tipe beruang tidak memiliki terlalu banyak kesulitan bangun di pagi hari, dan dapat dengan mudah menetap di waktu tidur yang akan datang.

    Tipe serigala akan tidur sampai siang setiap hari. Orang-orang ini juga tidak memiliki masalah untuk menyelesaikan pekerjaan di kemudian hari; mereka benar-benar seperti burung hantu malam. Tipe singa adalah orang pagi klasik Anda. Mereka menyukai bangun pagi, seiring berjalannya hari, singa bisa kelelahan dan sering siap untuk tidur lebih awal. Dan terakhir, ada lumba-lumba—orang-orang yang sulit bangun dan tidur. Mereka mungkin berjuang untuk mengikuti jadwal tidur yang konsisten, dan sering merasa lelah di siang hari. Namun terlepas dari kelelahan itu, mereka akan sering merasa berenergi di malam hari.

    Studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Psychiatry, menganalisis data genetik dari 840 ribu orang dan menemukan mereka yang secara genetik cenderung bangun lebih awal cenderung tidak didiagnosis depresi. Menurut empat kronotipe, itu berarti siapa pun yang mengidentifikasi sebagai beruang atau singa memiliki risiko depresi yang lebih rendah.

    ADVERTISEMENT

    Jika Anda termasuk dalam kategori larut malam, yaitu kategori lumba-lumba dan serigala jangan stres. Para peneliti juga menemukan bahwa kronotipe lain dapat menurunkan risiko depresi sebesar 23 persen hanya dengan bangun satu jam lebih awal dari biasanya. Jadi, jika Anda biasanya bangun jam 9 pagi, alihkan alarm ke jam 8 pagi—pergeseran halus itu bisa membuat perbedaan besar.

    Untuk lebih memahami dampak waktu bangun, penulis utama Iyas Daghlas, menggunakan tes DNA untuk melihat lebih dari 340 varian genetik yang memengaruhi kronotipe tidur. Setelah mengumpulkan data ini, para peneliti kemudian melihat sampel lain dari informasi genetik dan catatan medis yang menunjukkan diagnosis gangguan depresi mayor.

    Berdasarkan temuan, jelas bahwa orang yang secara genetik cenderung bangun pagi lebih kecil kemungkinannya untuk didiagnosis dengan depresi. Meskipun penelitian sebelumnya telah menghubungkan pola tidur yang tidak teratur dengan depresi dan menemukan bahwa orang yang suka tidur malam dua kali lebih mungkin mengalami depresi, ini adalah studi pertama yang menentukan dengan tepat berapa banyak waktu bangun seseorang harus berubah untuk mempengaruhi kesehatan mental mereka.

    "Kami telah mengetahui untuk beberapa waktu bahwa ada hubungan antara waktu tidur dan suasana hati, tetapi pertanyaan yang sering kami dengar dari dokter adalah: Seberapa awal kita perlu mengubah orang untuk melihat manfaatnya?" kata penulis studi Celine Vetter, dalam keterangannya seperti dilansir dari laman Mind Body Green. "Kami menemukan bahwa waktu tidur satu jam lebih awal dikaitkan dengan risiko depresi yang jauh lebih rendah."

    Meskipun tidak jelas mengapa orang yang bangun pagi cenderung tidak mengalami depresi, beberapa peneliti menyarankan paparan cahaya alami yang diperpanjang dapat memicu hormon perasaan baik dan, oleh karena itu, meningkatkan suasana hati.

    Selain itu, memiliki pola tidur yang berbeda dari kebanyakan orang (terutama dalam kasus pekerja shift) bisa jadi sulit. "Kita hidup dalam masyarakat yang dirancang untuk orang pagi, dan orang malam sering merasa seolah-olah mereka terus-menerus tidak selaras dengan jam sosial itu," kata Daghlas.

    Meskipun ada banyak faktor yang mungkin menentukan jam bangun seseorang, bertujuan untuk bangun setidaknya satu jam lebih awal dapat secara signifikan menguntungkan suasana hati. Untuk mencoba mempermudah jalan Anda menjadi orang pagi, "jadikan hari-hari Anda cerah dan malam Anda gelap," saran Vetter. "Minum kopi pagi Anda di teras. Berjalan atau naik sepeda ke kantor jika Anda bisa, dan redupkan barang elektronik itu di malam hari."

    Baca juga: Pisang dan 4 Makanan yang Baik Dikonsumsi Sebelum Tidur


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.