5 Motif Batik di Indonesia, Filosofi Tingkat Tinggi Manusia dan Alam

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam sebuah pameran mobil, Jesica Alba mengenakan gaun batik pendek bermotif parang khas Yogya dan dipadukan dengan sepatu bot tinggi. Eocommunity.com

    Dalam sebuah pameran mobil, Jesica Alba mengenakan gaun batik pendek bermotif parang khas Yogya dan dipadukan dengan sepatu bot tinggi. Eocommunity.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Eksistensi batik di Indonesia sudah tidak bisa dianggap remeh lagi, bahkan batik sudah terkenal hingga mancanegara. Dengan eksistensinya tersebut, di Indonesia sendiri memiliki hari yang disebut sebagai Hari Batik Nasional dan diperingati setiap 2 Oktober.

    Bahkan, pada sidang keempat Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Nonbendawi yang diselenggarakan UNESCO di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009, batik termasuk dalam Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity.

    Batik yang sudah melekat dengan identitas budaya Indonesia memiliki berbagai macam motif terkait budaya dimana batik itu sendiri berasal. Beberapa faktor yang mempengaruhi lahirnya motif-motif batik antara lain adalah letak geografis, sifat dan tata penghidupan daerah, kepercayaan dan adat di suatu daerah, hingga keadaan alam sekitar termasuk flora dan fauna. Berikut, 5 motif batik di Indonesia beserta filosofi dari setiap goretan motif batik tersebut.

    Alas-Alasan

    Dalam bahasa Jawa, alas diartikan sebagai hutan. Sementara itu, Alas-alasan dapat diartikan sebagai hutan-hutanan atau seperti hutan. Alas-alasan merupakan salah satu motif batik tradisional, yang di dalamnya terdapat berbagai jenis binatang, mulai dari yang berukuran besar hingga kecil.

    Menukil dari kanal resmi Kementrian Perindustrian atau Kemenperin, bbkb.kemenperin.go.id, batik ini memiliki filosofi mengajak penggunananya untuk membaca ulang dan selalu mawas diri, arif dan bijaksana dalam menjalani kehidupan di dunia yang penuh tantangan.

    Mega Mendung

    Motif batik yang satu ini sudah tidak asing lagi, dengan corak awan-awan yang terdapat di dalamnya. Selain itu, motif batik ini memiliki 7 gradasi warna yang diartikan sebagai 7 lapisan yang ada di langit. Dalam filosofi batik megamendung, kata “mendung” diartikan sebagai kesabaran. Jadi, sebagai manusia, hendaknya kita tidak mudah marah, melainkan harus panjang sabar. Motif ini merupakan ciri khas batik yang terdapat di kota Cirebon.

    Gurdho Pisang Bali

    Motif batik yang dikerjakan dengan teknik lukis dan pewarna alam ini melambangkan personifikasi akan keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Kuasa. Selain itu, motif Gurdho Pisang Bali juga melambangkan sebuah harapan dan doa. Hal ini dikarenakan dalam hidup, sebelum meninggalkan karya terbaik untuk diri sendiri dan orang lain, wajib memerangi hambatan yang muncul dalam membuat karya tersebut.

    Angso Duo

    Motif batik asal Jambi ini merupakan salah satu motif batik yang terinspirasi dari fauna yang terdapat di Jambi. Motif ini juga mengandung nilai sejarah yang melegenda bagi masyarakat jambi. Filosofi dari motif ini yaitu, keselarasan antara manusia dan binatang untuk saling menghormati sesama makhluk. Termasuk kepada binatang.

    Kamoro

    Motif batik Kamoro yang berasal dari daerah Papua ini menampilakn sisi keindahan alam serta keunikan seni ukir Suku Kamoro. Motif batiknya melambangkan simbol Patung Berdiri membawa tombak. Keunikannya terletak pada perbedaan gaya, ekspresi patung, baju atau aksesoris. Warna-warnanya pun cenderung lebih cerah, seperti kombinasi biru dan hijau, hitam dan kuning, merah dan merah muda. Simbol-simbol patung yang berada di dalam motif tersebut merupakan gambaran asli dari suku asli Papua dan budaya-budayanya.

    GERIN RIO PRANATA

    Baca: 5 Sentra Batik di Kota Solo Wajib Kunjung


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.