Cara Mengolah Susu Berdasarkan Bentuknya untuk Beragam Hidangan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi susu segar (Pixabay.com)

    Ilustrasi susu segar (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain diminum langsung, susu bisa dimanfaatkan untuk berbagai olahan makanan dan minuman. Tekstur susu yang beragam membuatnya makin mudah dicampurkan dengan jenis asupan lain untuk meningkatkan rasa dan juga gizi dari asupan.

    Beda tekstur dan bentuknya, beda pula cara mengolahnya. Chef sekaligus konsultan kuliner Nanda Hamdalah berbagi kiat mengolah berbagai bentuk susu, dari susu bubuk hingga susu cair, menjadi hidangan bervariasi yang bisa dipraktikkan secara mudah.

    “Varian susu bubuk dapat digunakan untuk campuran tekstur penganan ringan, sebagai lapisan susu dan gula halus pada kue atau camilan," katanya dalam bincang-bincang "Rayakan Hari Susu Sedunia 2021: Kebaikan Susu Awali Hari", Rabu, 2 Juni 2021.

    Ia menjelaskan, taburan susu bubuk dapat meningkatkan tekstur dan warna sajian agar lebih menarik dan nikmat.

    ADVERTISEMENT

    Sementara susu cair siap minum cocok digunakan untuk segala kesempatan, termasuk untuk sarapan. Susu cair bisa dimanfaatkan ke beragam kreasi olahan, misal membuat nasi kuning untuk sarapan tanpa santan, atau berbagai macam milkshake sehat yang cocok untuk pagi hari.

    Susu cair juga bisa dimanfaatkan untuk membuat olahan sarapan praktis seperti oatmeal overnight. Agar lebih lezat, tambahkan topping buah-buahan sesuai selera dan kacang serta granola demi memperkaya tekstur.

    Beda dengan susu cair, pada format kental manis, tekstur creamy dan rasa yang manis dapat memperkaya rasa pada masakan. Dalam penggunaan kental manis yang perlu diperhatikan adalah takaran dalam pengaplikasiannya untuk menemukan rasa dan tekstur yang pas dengan selera.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.