Didiagnosis Prakanker Kulit, Brooke Shields Kini Rajin Pakai Tabir Surya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Brooke Shields. REUTERS/Carlo Allegri

    Brooke Shields. REUTERS/Carlo Allegri

    TEMPO.CO, Jakarta - Brooke Shields didiagnosis menderita Solar Keratosis dalam sebuah pemeriksaan rutin tahunan. Solar Keratosis, juga dikenal sebagai Actinic Keratosis, adalah diagnosis prakanker yang paling umum, yang disebabkan oleh paparan sinar UV dalam jangka panjang, menurut Skincancer.org. 

    Dokternya lalu mengangkat sel dari bibirnya dua kali untuk menentukan diagnosis. Tes kedua menunjukkan diagnosis pra-kanker, yang jika tidak ditangani dapat berubah menjadi kanker kulit.

    Ternyata tak hanya satu, masih ada beberapa titik kecil lain yang juga harus diperiksa. Bintik tersebut merupakan hasil dari 30-40 tahun yang lalu. Syukurnya itu bukan hal yang mengkhawatirkan. Tapi kini dia menyadari perawatan kulit preventif sangat penting.

    Shields berasal dari era di mana orang mengoleskan minyak pada kulit dan berjemur di bawah sinar matahari. Tidak pernah dididik tentang keseriusan kanker kulit, jadi tak mengenal pencegahannya. 

    ADVERTISEMENT

    Sebagai seorang gadis muda, dia juga tidak pernah menggunakan tabir surya karena itu akan menghalangi mendapatkan kulit cokelat yang diinginkan. Tapi ibunya tidak pernah benar-benar menikmati matahari karena merasa tidak nyaman. 

    Jadi, aktris berusia 55 tahun itu tak pernah tahu bahayanya kanker kulit sebagai salah satu jenis kanker paling umum di Amerika Serikat.

    "Saya benar-benar sangat terkejut dan sangat memalukan karena tidak menghiraukannya. Saya berpikir, 'Saya tidak akan terkena kanker karena ini, ayolah. Dan saya pikir apa yang sangat mengejutkan karena saya selalu berpikir saya telah merawat kulit saya; jaga agar tetap bersih, terhidrasi, semua hal yang Anda yakini telah Anda lakukan dengan benar," kata dia.

    Baca juga: 4 Keuntungan Punya Kulit Sawo Matang seperti Orang Indonesia

    Sekitar 40 tahun kemudian, muncullah diagnosis itu. Kini, dia menggunakan tabir surya setiap hari — bahkan di musim dingin.

    "Saya selalu mengaplikasikannya di pagi hari dan satu kali di siang hari. Saya bahkan menggunakan lapisan tipis sebelum meletakkannya di alas bedak saya," kata dia. 

    Sekarang, dia memaksa anak-anaknya menggunakan tabir surya, tapi tidak mudah.  Anak-anaknya yang berdarah Italia dan Irlandia juga ingin memiliki kulit agak  gelap seperti dia.

    "Salah satu kesalahpahaman yang dimiliki orang tentang penggunaan tabir surya adalah bahwa mereka pikir mereka hanya perlu memakainya pada hari-hari cerah di musim panas. Tapi kerusakan akibat sinar matahari tidak bisa disangkal. Ada semacam pertarungan antara membutuhkan vitamin D dan tetap melindungi diri Anda dari sinar yang merusak. Tabir surya dapat menyelamatkan kulit Anda dan menghindarkan Anda dari kerusakan di masa mendatang," kata dia. 

    Dari pengalamannya, dia ingin memberitahu publik bahwa efek merusak dari matahari itu nyata. Jadi, jika ingin menikmati sinar matahari, lindungi kulit dan ajari anak-anak.

    "Ajari orang-orang tentang efek merusak. Persiapkan dan rawat kulit Anda. Ini seharusnya tidak menjadi pekerjaan rumah. Ini harus dilihat sebagai bagian dari rutinitas kecantikan," kata Brooke Shields. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji