Gejala COVID-19 Tak Kunjung Hilang, Alyssa Milano Harap Semua Orang Divaksinasi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alyssa Milano. AP/Dan Steinberg

    Alyssa Milano. AP/Dan Steinberg

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah 14 bulan terkena COVID-19, Alyssa Milano masih mengalami gejala jangka panjang. Virus itu mempengaruhi setiap bagian kesehatannya. Karena itu dia ingin orang lain divaksinasi dan menghindari perjuangan berkepanjangan yang dia hadapi setiap hari selama setahun terakhir.

    Aktris berusia 48 tahun itu berbagi pengalamannya dengan COVID-19 dan mendorong orang untuk divaksinasi dalam iklan layanan masyarakat barunya. 

    "Saya tahu bahwa saya ingin terlibat di dalamnya, karena saya tidak tahu bagaimana ini akan berakhir jika kita tidak memvaksinasi orang - dan itu bukan hanya orang-orang di negara kita saja tetapi semua di seluruh dunia," katanya kepada People, Selasa, 25 Mei 2021. "Jadi, jika saya dapat mengambil pengalaman saya dari mengidap COVID dan dapat mengubahnya serta membantu orang, saya mendukungnya."

    Dalam iklan layanan masyarakat itu, Milano berbicara tentang bagaimana dia berharap vaksin COVID-19 itu telah ada sebelum dia jatuh sakit. Jadi sebelum yang lain mengalami sakit yang sama, dia berharap segera mendapat vaksin. Sebab, vaksin sekarang sudah tersedia, gratis, untuk siapa saja yang berusia 12 tahun ke atas di Amerika Serikat dan beberapa negara lain di dunia.

    ADVERTISEMENT

    Bintang Charmed itu mengatakan bahwa dia masih mengalami gejala sisa COVID-19 seperti sesak napas, jantung berdebar-debar, kabut otak, kelelahan dan sakit dan nyeri pada tulang hampir setiap hari.

    Baca juga: Alyssa Milano Masih Rasakan Gejala Covid-19, Salah Satunya Rambut Rontok

    "Saya sudah selesai melawannya, jadi saya hampir pasrah bahwa ini mungkin yang saya rasakan sekarang selama sisa hidup saya," katanya. "Tetapi saya mencoba untuk lebih banyak istirahat dan minum banyak air dan minum suplemen dan melakukan yang terbaik yang saya bisa."

    Milano juga melihat sedikit perbaikan pada gejalanya setelah mendapatkan dosis vaksin pertamanya, sebuah pengalaman yang umum dialami beberapa penderita COVID-19 jangka panjang.

    "Saya benar-benar berpikir bahwa ada beberapa perbaikan, meskipun tidak semuanya berkurang sama sekali," katanya. "Rasanya seperti kurang dari segalanya."

    Milano menekankan bahwa orang lain yang terjangkit COVID-19 tetap harus divaksinasi.

    "Saya baru saja mendapat suntikan kedua pada hari Kamis, dan saya merasa menggigil, sakit dan nyeri, tetapi itu jauh lebih sedikit daripada saat menderita COVID," katanya. “Ada begitu banyak yang masih belum kita ketahui, dan dengan varian dan cara berbeda yang dapat menyebabkan COVID bermutasi. Vaksin ini sepenuhnya aman untuk orang yang pernah menderita COVID dan saya pikir itu sangat penting bahwa semua orang, termasuk mereka yang pernah terkena COVID, divaksinasi."

    Alyssa Milano mengatakan virus ini mempengaruhi setiap bagian kesehatannya, baik mental maupun fisik. Karena itu vaksinasi sangat penting. Dia juga berharap setelah divaksin orang-orang tetap mengikuti pedoman dan protokol kesehatan untuk melindungi orang-orang tercinta. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.