Node LIZ, Sepatu Asal Sukabumi Berbahan 99 Persen dari Tanaman

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Node LIZ, sepatu perempuan ramah lingkungan dari Sukabumi. Dok. Node

    Node LIZ, sepatu perempuan ramah lingkungan dari Sukabumi. Dok. Node

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada sepatu unik asal Sukabumi yang berbahan 99 persen dari tanaman. Memakai seratus persen bahan dari Indonesia, limbah sepatu itu nantinya bisa diurai oleh alam.

    "Harga sepatunya Rp 1,2 juta," kata David Chrisnaldi, Selasa 18 Mei 2021. Menurut pendiri sepatu Node, singkatan dari No Deforestation itu, model terbarunya dinamakan LIZ. Berjenis sneakers tanpa tali, sepatu itu dikhususkan untuk kalangan perempuan. "Kami jual terbatas dulu seratus pasang."

    Nama LIZ mewakili sosok perempuan tangguh Indonesia, yang bergulat dengan segala keterbatasan yang ada untuk tetap produktif melewati badai pandemi. Bentuk sepatu itu seperti umumnya sneakers. Namun sol sepatunya terbuat dari karet biosilika sekam padi yang diwarnai dengan zat hijau daun serta rempah-rempah.

    Sol dalam sepatu sneakers ini juga mengandung minyak nabati, bahan perekat dengan campuran atsiri. David meluncurkan karya terbarunya itu di Gedung Kadin bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Selasa, 18 Mei 2021.

    ADVERTISEMENT

    Sepatu berbahan alami (biocomponent) buatan David Chrisnaldi dari Sukabumi, Jawa Barat. David dan startup yang didirikannya mengklaim telah mengatasi kelemahan dari penggunaan bahan alami untuk produknya tersebut. (Dok.Pribadi)

    Sepatu berbahan tanaman ini merupakan hasil kerjasama riset dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian - BB Pascapanen Kementerian Pertanian. Selama tiga tahun berjalan, mereka menghasilkan beberapa paten dan temuan baru di bidang komponen bio.

    David mengatakan, sumber bahan sepatu kreasinya berasal dari tanaman komoditas yang kelebihan produksi, produk sampingan pertanian, dan tanaman lahan marjinal. Sejak awal pengembangannya sebagian besar bahan menggunakan antara lain, kain kenaf, rami, sekam padi, tangkos sawit, karet alam, dan lilin lebah.

    Bio sneakers itu rencananya akan ditampilkan di Paris Fashion Week 2021, namun diundur ke April 2022 karena Covid-19 masih mewabah. Walau begitu, David terus menjalin komunikasi dengan agen distribusi sepatu di Eropa untuk rencana ekspor pada 2022. Sebelumnya Node sudah menjual sebagian komponen sepatu berbahan tanaman itu ke produsen sepatu di Selandia Baru.

    Baca juga:
    Ingin Mendunia, Startup di Sukabumi Bikin Sepatu 100 Persen dari Bahan Alam


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.