Shandy Aulia Berbagi Rahasia Menjaga Berat Badan Ideal Saat Hamil dan Menyusui

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shandy Aulia. Instagram.com/@shandyaulia

    Shandy Aulia. Instagram.com/@shandyaulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Shandy Aulia kerap mendapat pertanyaan dari netizen tentang berat badan dan gizi baik saat hamil maupun menyusui. Ini karena netizen penasaran dengan rahasia Shandy yang tetap langsing usai melahirkan putri pertamanya Calire Herbowo pada 12 Februari 2020.

    Dia membuat vlog khusus di kanal Youtube Shandy Aulia untuk membahas  pertanyaan seputar berat badan, gizi saat hamil sampai menyusui dengan dokter ahli gizi Samuel Oetoro. “Beliau adalah dokter saya yang membantu saya untuk mengatur pola makan yang sehat dan bonus berat badan tetap ideal,” tulisnya di Instagram.

    Shandy mengatakan dia berkonsultasi dengan dokter Samuel sejak ingin memulai program kehamilan. Saat itu dia ingin sebelum hamil berat badannya lebih stabil, supaya pada saat hamil dan setelah melahirkan berat badannya tidak naik drastis.

    Sebelum hamil para wanita disarankan untuk memperhatikan berat badan jika ingin tetap perubahan yang drastis usai melahirkan. “Kalau berat badan kegemukan pada waktu sebelum hamil , masa kehamilan hanya boleh naik 6-10 kilogram harus naik paling tidak 6 kilogran, kalau ideal minimal 10 maksimal 15 kilogram,” ujar dokter Samuel.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, dalam pengaturan pola makan wanita hamil harus menjaga asupan makanan. Hindari gula, karbohidrat sederhana terlalu banyak lemak, makanan yang digoreng agar tidak mengalami kenaikan berat badan usai melahirkan. “Memang wanita hamil dilebihkan 300 kalori setiap harinya, itu ada komposisi karbohidrat, protein, lemak , sayur dan buah, serat,” tambah dokter Samuel.

    Sedangkan jika sebelum hamil mengalami kegemukan dokter Samuel menyarankan untuk menurunkan berat badan terlebih dulu lalu memulai program hamil. Namun jika overweight dan hamil tetap mengatur pola makan. Sebaliknya jika tidak mengontrol pola makan berisiko menderita hipertensi yang akhirnya memicu eklampsia saat hamil.

    Tak hanya saat hamil kenaikan berat badan juga dialami ibu menyusui. “Waktu hamil makan harus lebih banyak 300 kalori, setelah melahirkan saat menyusui porsi makan bertambah 400-500 kalori, tapi dari makanan yang tidak menimbulkan penimbunan lemak, selain itu  mulai olahhraga sehingag tidak terjadi pembakaran kalori,” ujar dokter yang praktik di MRCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.

    Namun Shandy Aulia mengaku ia kerap dianggap egois menjaga pola makan selama hamil dan menyusui. Padahal yang dia lakukan agar tidak mengalami kelebihan berat badan. “Saya sering dibilang egois, ibunya kurus itu pasti ibunya enggak suka makan,” ujarnya. Menurut dokter Samuel, ibu hamil dan menyusui tetap harus mengatur pola makan. Dengan begitu kualitas ASI menjadi baik dan mempengaruhi tumbuh kembang anak dengan baik pula. Dia mengingatkan agar memperhaitkan 4 J saat mengatur pola makan, jumlah, jadwal, jenis, dan jurus masak.

    Baca juga: Pola Asuhnya Sering Dikritik, Shandy Aulia: Semua Orang Punya Pola Pikir Berbed


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...