Putra Zaskia Sungkar Disunat di Usia Dini, Ini Manfaatnya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zaskia Sungkar menggendong anak pertamanya, Ukkasya Muhammad Syahki. Instagram/@zaskiasungkar15

    Zaskia Sungkar menggendong anak pertamanya, Ukkasya Muhammad Syahki. Instagram/@zaskiasungkar15

    TEMPO.CO, Jakarta - Putra pertama Zaskia Sungkar dan Irwansyah, Ukkasya Muhammad Syahki, menjalani prosedur sirkumsisi atau sunat di usia 22 hari. Hal tersebut diketahui melalui vlog Youtube, The Sungkar Family, pada Selasa, 27 April 2021.

    Baik Zaskia maupun Irwansyah keduanya merasa takut putranya disunat di usia masih sangat dini. “Sebenarnya aku agak takut, namanya bayi kaya gitu,” ujar Irwansyah. Zaskia pun mengungkapkan bahwa ia juga merasakan hal yang sama.

    “Sebenarnya agak tega enggak tega juga, ada temen aku juga yang anaknya belum disunat, tiba-tiba kena infeksi saluran kencing, jadinya harus dibius total," tambah Zaskia. "Dokter juga menyarankan lebih cepat, jadi proses healingnya lebih cepat. Aku mikir positifnya aja." Selain itu dia juga mengikuti langkah adiknya, Shireen Sungkar, yang memutuskan untuk menjalanin prosedur sunat untuk putranya di usia 21 hari. 

    Awalnya Irwasnyah tak ingin masuk menemani putranya disunat. Namun akhirnya ia memberanikan diri masuk ke dalam ruang operasi. “Kamu harus tenang, kalau kitanya panik, kasih aura yang enggak nyaman, Ukkasya pasti berasa,” ujar Zaskia. Sebelum prosedur sunat, Irwansyah sempat membacakan surat Al Fatihah untuk Ukkasya.

    ADVERTISEMENT

    Melansir laman Healtline, kebijakan American Academy of Pediatrics terkait sunat menyatakan, evaluasi bukti terkini menunjukkan bahwa manfaat kesehatan dari sunat pada pria yang baru lahir lebih besar daripada risikonya.

    Beberapa manfaat sunat yang diteliti meliputi:
    - Penurunan risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK), terutama pada tahun pertama kehidupan seorang anak. ISK yang parah atau berulang dapat menyebabkan kerusakan ginjal atau bahkan sepsis (infeksi aliran darah).
    - Penurunan risiko tertular HIV, serta beberapa penyakit lain yang dibagikan melalui kontak seksual. (Tetapi penting untuk diingat bahwa sunat bukanlah pencegahan untuk infeksi menular seksual!)
    - Risiko penurunan kondisi kulit yang dapat mempengaruhi penis, seperti phimosis.
    - Risiko lebih rendah terkena kanker penis (meskipun kanker ini sangat jarang terjadi).
    - Penurunan risiko kanker serviks pada pasangan wanita dari pria yang disunat.

    Insiden komplikasi serius (seperti kerusakan pada penis) sangat rendah, diperkirakan hanya 0,2 persen dan seringkali terjadi dengan penyunatan yang dilakukan di luar lingkungan rumah sakit. Insiden komplikasi minor (seperti perdarahan atau infeksi) dilaporkan sekitar 3 persen. Tentu ada risiko yang perlu dipertimbangkan. Tetapi risiko ini minimal jika prosedur dilakukan oleh profesional medis terlatih dalam lingkungan yang steril. Pertimbangan tambahan yang perlu diingat tentang prosedur ini

    Ada beberapa alasan orang tua memilih untuk menyunat anak laki-laki mereka, alasan agama, masalah higienis, dan merasa bahwa hal itu bermanfaat bagi kesehatan anak mereka saat masih bayi dan di kemudian hari. Orang tua lainnya merasa bahwa sunat menyebabkan rasa sakit atau kerusakan yang tidak perlu, atau ingin menunggu dan memberikan kesempatan kepada putra mereka untuk memilih sendiri ketika dia bertambah besar.  Jika bayi Anda lahir sangat awal atau dengan masalah penis tertentu, dokter bayi Anda mungkin juga merekomendasikan sunat.

    Baca juga: Menyusui Setiap 30 Menit, Zaskia Sungkar Senang Bobot Ukkasya Naik Signifikan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.