Eksfoliasi Berlebihan Menyebabkan Kulit Rusak, Kenali Tanda-tandanya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perawatan kulit. Unsplash.com/Pressfoto

    Ilustrasi perawatan kulit. Unsplash.com/Pressfoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Eksfoliasi merupakan bagian penting dari perawatan kulit. Prosedur ini berguna untuk mengangkat sel kulit mati yang jika dibiarkan dapat membuat kulit menjadi kusam dan menimbulkan jerawat.

    Eksfoliasi membantu kulit melakukan regenerasi sehingga selalu terlihat segar dan cerah. Di beberapa negara eksfoliasi tidak hanya dilakukan pada kulit wajah, namun juga dapat dilakukan pada kulit tubuh atau di Indonesia dikenal dengan sebutan lulur.

    "Pengelupasan, baik secara kimiawi atau bukan, adalah bagian penting dari rutinitas perawatan kulit karena membantu mempertahankan cahaya lembap yang terhidrasi, meratakan warna dan tekstur kulit, dan dapat membuka serta membersihkan pori-pori,” kata ahli dermatologi bersertifikat di New York City Shari Marchbein seperti dilansir dari Allure pada Selasa, 27 April 2021.

    Kondisi kulit yang lembap dan bersih dapat membuat semua produk dan bahan perawatan kulit lainnya menyerap lebih baik, tambah Marchbein.

    ADVERTISEMENT

    Namun, eksfoliasi berlebihan justru dapat merusak lapisan pelindung kulit dan tidak jarang menyebabkan timbulnya jerawat yang meradang.

    Ahli dermatologi bersertifikat dari kota New York, Amerika Serikat, Joshua Zeichner menyebutkan bahwa eksfoliasi berlebihan dapat menyebabkan retakan kecil pada lapisan teratas kulit yang menyebabkan hilangnya kelembapan alami kulit sehingga menimbulkan iritasi.

    Lantas bagaimana cara untuk mengetahui apakah eksfoliasi kulit yang dilakukan berlebihan atau sudah tepat?

    Baca juga: Eksfoliasi Bikin Kulit Cerah, Ada Tips saat Pakai Eksfoliator

    Pertama, waspadai bila timbul kemerahan pada kulit yang disertai rasa gatal. Bila itu yang terjadi, bisa jadi Anda telah melakukkan eksfoliasi secara berlebihan.

    "Bila Anda merasa sensansi perih ketika membasuh wajah atau ketika mengoleskan produk perawatan kulit, bisa jadi itu akibat dari eksfoliasi berlebihan," ujar ahli dematologi dari Connecticut, Amerika Serikart, Mona Gohara.

    Melanie Palm, dokter kulit bersertifikat di San Diego turut menjelaskan bahwa efek jangka pendek dari eksfoliasi berlebihan adalah timbulnya kemerahan, gatal, nyeri, dan bercak seperti eksim.

    "Pada pasien yang sangat sensitif, terlalu banyak pengelupasan kulit bahkan dapat menyebabkan pembuluh darah di bawah permukaan kulit menjadi rusak," tambah Palm.

    Kondisi ini menjadi semakin parah ketika tidak segera diberi pelembap dengan baik. Eksfoliasi yang berlebihan juga mengharuskan pengaplikasian tabir surya baik pada wajah maupun badan, karena sinar UV dapat memperparah kondisi kulit yang teriritasi akibat eksfoliasi berlebihan.

    "Karena kulit membutuhkan bahan penghalang untuk melindungi dan memperhitungkan sensitivitas yang meningkat yang disebabkan oleh eksfoliasi," kata Marchbein.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...