6 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Pengidap GERD, Ada Gorengan dan Tomat

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ayam goreng tepung. Pixabay.com/Grandstream

    Ilustrasi ayam goreng tepung. Pixabay.com/Grandstream

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika GERD kambuh, ada sensasi terbakar di tenggorokan atau dada, disertai dengan mulas. Tanda lainnya adalah batuk kering yang tidak kunjung berhenti, kesulitan menelan, bau mulut, rasa asam di mulut atau bersendawa berlebihan.

    GERD terjadi ketika bagian otot esofagus bagian bawah yang seharusnya menutup (disebut sfingter esofagus bagian bawah) tidak menutup, menyebabkan makanan dan asam lambung naik dari perut ke tenggorokan.

    Selain tidak nyaman, lama kelamaan itu dapat merusak kerongkongan jika tidak ditangani, menurut National Institutes of Health (NIH).

    Selain minum obat, David M. Poppers, ahli gastroenterologi bersertifikat di NYU Langone Health di New York, Amerika Serikat, menyarankan menghindari makanan tertentu. 

    ADVERTISEMENT

    Inilah enam makanan dan minuman yang harus dihindari saat GERD, seperti dilansir Livestrong. 

    1. Makanan cepat saji dan gorengan 

    Tak satu pun makanan ini bagus untuk GERD. Satu studi Oktober 2014 di Przegld Gastroenterologiczny menemukan hubungan antara keparahan gejala GERD dan diet, termasuk makanan yang digoreng.

    Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami mengapa makanan yang digoreng memicu gejala, menurut ulasan 2019 di Current Medicinal Chemistry, tetapi makanan ini diketahui memperburuk GERD, kata Alicia A. Romano, ahli diet dan juru bicara Academy of Nutrition & Dietetics.

    Baca juga: 3 Posisi Tidur yang Baik Supaya Asam Lambung Tak Naik

    2. Daging berlemak

    Makanan kaya lemak jenuh terkenal sebagai penyebab GERD karena kemungkinan besar menurunkan ketegangan di bagian kerongkongan yang gagal menutup sebagaimana mestinya, sehingga asam dapat mengalir ke atas. Makanan berlemak juga membutuhkan waktu lebih lama untuk keluar dari perut, tidak seperti makanan yang lebih mudah dicerna. Menurut studi 2014 di Przegld Gastroenterologiczny, itu dapat menyebabkan regurgitasi makanan.

    Lebih baik pilih ikan dengan lemak tak jenuh seperti ikan, minyak zaitun, buah-buahan, dan sayuran. 

    3. Makanan pedas

    Makanan pedas dapat menyebabkan iritasi mukosa esofagus, menurut laporan Thoracic Disease pada Agustus 2019, yang menyebabkan mulas. Rempah-rempah seperti bubuk cabai dan lada adalah penyebab umum, kata Romano. Bawang putih juga bisa menjadi pemicunya.

    4. Tomat

    Saus berbahan dasar tomat dan produk tomat lainnya, seperti jus tomat, telah terbukti menyebabkan gejala GERD, kata Dr. Poppers. Ini mungkin terkait dengan sifat asam buah.

    5. Kafein

    NIH dan American College of Gastroenterology merekomendasikan orang dengan GERD sebaiknya membatasi cokelat, kopi, dan teh berkafein. Kafein adalah penyebab iritasi lain yang dicurigai yang memicu gejala GERD.

    6. Alkohol

    Alkohol menyebabkan banyak masalah, termasuk merusak sfingter esofagus bagian bawah, meningkatkan asam dan mengganggu cara pengosongan perut, menurut sebuah studi pada Agustus 2014 di BMC Gastroenterology. Lebih baik menghindarinya atau minum secukupnya untuk melihat apakah itu mempengaruhi gejala GERD, kata Dr. Poppers.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?