6 Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi setelah Vaksinasi COVID-19

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vaksinasi (Pixabay.com)

    Ilustrasi vaksinasi (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat melawan infeksi, tubuh membutuhkan nutrisi dan energi untuk mendukung sistem kekebalan. Demikian juga saat mendapatkan vaksinasi COVID-19. Makanan tertentu dapat membantu proses penyembuhan dan meningkatkan pertahanan tubuh.

    Bukan berarti makanan itu dapat mencegah atau menyembuhkan COVID-19, dan juga tidak dapat membuat vaksin lebih efektif atau meminimalkan efek samping.

    Hanya saja, makan makanan padat nutrisi dan anti-inflamasi dapat membantu mendukung sistem kekebalan dan membantu tubuh dalam pembentukan antibodi pasca-vaksinasi.

    Dilansir dari Livestrong, Senin, 26 April 2021, Niket Sonpal, seorang ahli penyakit dalam dan gastroenterologi yang berbasis di New York, membahas apa yang harus dimakan (dan dihindari) setelah disuntik untuk sistem kekebalan yang kuat. Ini juga berlaku kapan saja. Simak daftarnya. 

    ADVERTISEMENT

    1. Buah dan sayuran

    Buah dan sayuran yang kaya nutrisi dapat membantu memperkuat sistem kekebalan dan memungkinkan tubuh melawan penyakit dengan lebih baik, kata Sonpal.

    Secara khusus, buah dan sayuran yang kaya vitamin C dapat membantu tubuh memproduksi lebih banyak sel darah putih (jenis yang melawan infeksi dan penyakit). Buah jeruk seperti jeruk bali, jeruk dan lemon mengandung vitamin C tingkat tinggi, tetapi paprika merah lebih kaya, katanya.

    Terlebih lagi, sayuran hijau seperti brokoli dan bayam kaya akan antioksidan yang bekerja untuk melindungi sel dari radikal bebas berbahaya, kata Sonpal. Itu penting karena radikal bebas - molekul tidak stabil yang merusak DNA dan protein di dalam sel kita - dapat menyebabkan stres oksidatif, yang berpotensi membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit.

    2. Kacang

    "Kacang adalah sumber vitamin dan mineral yang bekerja untuk mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat dan jantung yang kuat," kata Sonpal. Makanan ini juga membantu mencegah peradangan.

    Sebuah studi pada September 2016 di The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa konsumsi kacang secara teratur dikaitkan dengan jumlah biomarker inflamasi yang lebih rendah.

    3. Ikan berlemak

    Ikan berlemak seperti salmon dan tuna mengandung omega-3, lemak yang menyehatkan jantung yang dapat mengurangi peradangan dalam tubuh, menurunkan tekanan darah dan mencegah plak dari penyumbatan arteri, kata Sonpal.

    Penelitian menunjukkan bahwa lemak omega-3 tidak hanya membantu mencegah penyakit jantung dan stroke tetapi juga dapat membantu mengelola penyakit autoimun seperti lupus dan rheumatoid arthritis dan berpotensi melindungi terhadap kanker dan kondisi lainnya, menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health.

    4. Sup ayam

    Saat Anda sedang dalam cuaca buruk, sup ayam atau sup mi ayam adalah makanan yang disarankan. 

    “Sup mie ayam memiliki sifat anti-inflamasi yang berfungsi membantu meringankan gejala yang muncul saat melawan suatu penyakit,” kata Sonpal.

    Bahan dalam sup ini yaitu wortel, bawang merah, dan seledri menyediakan mineral penting seperti kalium dan zat besi. Sayuran itu juga sumber beta karoten bagus, yang merupakan bentuk vitamin A yang bertindak sebagai antioksidan, kata Sonpal.

    Ditambah lagi, ayam menyediakan banyak protein yang membantu memperkuat antibodi dan menjaga sistem kekebalan tubuh berjalan secara efisien, kata Sonpal.

    "Bahkan kaldu bermanfaat karena sifat menghidrasi dan kemampuannya membantu membersihkan rongga hidung yang tersumbat," tambahnya.

    Baca juga: Muncul Seperti Kesemutan di Jari Usai Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan Ahli

    5. Air

    "Air sangat penting untuk memastikan tubuh dapat melawan sel-sel asing dan penyakit," kata Sonpal. "Ketika seseorang sakit, tubuhnya kehilangan air karena hal-hal seperti demam, hidung tersumbat, diare dan muntah, jadi sangat penting cairan yang hilang ini diganti."

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan minum banyak air setelah vaksin COVID-19 untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan dari kemungkinan efek samping seperti demam.

    Selain itu, tetap terhidrasi dapat membantu memperkuat pertahanan tubuh agar tidak sakit.

    "Air bekerja untuk menjaga saluran hidung tetap lembab, sehingga lendir dapat melawan virus dan penyakit sebelum masuk ke dalam tubuh," kata Sonpal.

    Air juga menambah oksigen ke darah, yang membantu sistem kekebalan bekerja lebih efektif.

    6. Tiram

    "Tiram penuh dengan seng, yang merupakan mineral untuk menghilangkan patogen dari tubuh dan membantu membuat lebih banyak protein untuk melawan infeksi virus," kata Sonpal.

    Itulah yang membuat kerang-kerangan ini menjadi makanan yang luar biasa untuk dimakan ketika sistem kekebalan membutuhkan sedikit dukungan ekstra. 

    Selain itu, ada dua kategori makanan dan minuman yang sangat disarankan dihindari setelah vaksinasi COVID-19, yaitu makanan proses tinggi dan alkohol. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Ganda Putri Indonesia Masuk Semifinal Olimpiade Pertama dalam Sejarah

    Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, lolos ke semifinal badminton di Olimpiade 2020. Prestasi itu jadi tonggak olahraga Indonesia.