Bernarkah Payudara Cepat Kendur Jika Sering Tak Pakai Bra?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bra (pixabay.com)

    Ilustrasi bra (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Seiring dengan bertambahnya usia, payudara wanita akan turun dan sedikit menggantung. Tapi apakah proses itu akan lebih cepat jika sering tak memakai bra? Apalagi, selama pandemi COVID-19 semua orang di rumah saja dan memilih tak memakai bra. 

    Rumor bahwa bra mencegah payudara kendur sudah ada sejak dulu. Tapi, dokter Deborah Lee dari Dr Fox Online Pharmacy, Inggris, mengungkapkan tujuan sebenarnya dari bra.

    Bra sering kali membuat rasa tak nyaman sehingga sering kali dilepas di malam hari. Namun, sejumlah bukti medis dan ilmiah membuat orang merasa harus mengenakan bra. 

    "Tujuan utama bra adalah untuk menopang payudara melawan gaya gravitasi alami, yang menarik payudara ke bawah dan berpotensi mengakibatkan kerusakan pada otot polos, jaringan elastis, dan ligamen suspensori yang menyusun jaringan payudara dan membuat payudara menempel ke dinding dada," kata dia, dikutip Express.co.uk, Kamis, 22 April 2021. 

    ADVERTISEMENT

    Baca juga: Mitos Tidur Tanpa Bra Cegah Kanker dan Payudara Kendur, Ini Faktanya

    Selain itu, jaringan payudara secara alami kelelahan seiring bertambahnya usia, artinya memakai bra harus terus berlanjut hingga usia tua.

    Bra sangat berguna saat berolahraga atau saat bergerak dengan penuh semangat.

    “Satu masalah khusus adalah perlunya penyangga payudara yang baik selama kegiatan olahraga. Studi menunjukkan bahwa beberapa bra memberikan dukungan yang lebih baik untuk mengurangi ketidaknyamanan payudara saat berolahraga," katanya. 

    Itu sebabnya, ukuran bra sangat mempengaruhi kemampuan untuk melakukan latihan tertentu. Tapi, kebanyakan perempuan memakai bra dengan ukuran yang salah.

    “Dalam sebuah penelitian tahun 2008, 80 persen wanita mengenakan bra dengan ukuran yang salah. 70 persen terlalu kecil, dan 10 persen terlalu besar. Semakin besar payudaranya, semakin besar kemungkinan bra dengan ukuran yang salah," ujarnya. 

    Ada juga rumor bahwa tidak memakai bra meningkatkan risiko kanker payudara, tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hal ini benar.

    Dr Lee mengutip studi 2014 yang membandingkan kebiasaan memakai bra pada sekelompok besar wanita, untuk melihat apakah mengenakan bra mempengaruhi risiko kanker payudara.

    "Para peneliti menyimpulkan bahwa tidak ada aspek pemakaian bra - seperti ukuran cup, jam rata-rata bra dipakai per hari, memakai bra kawat, atau usia saat pertama kali menggunakan bra - dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara," ujar dia. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.