Ahli Ungkap 5 Alasan Berat Badan Sulit Turun meski Sudah Diet dan Olahraga

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi berat badan. Shutterstock

    Ilustrasi berat badan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Diet untuk menurunkan berat badan sudah menjadi bagian hidup sebagian orang. Ada yang cukup beberapa bulan saja sudah bisa mencapai berat yang diinginkan, tapi ada yang sudah diet lebih dari setahun tapi tak juga berhasil. 

    Ahli mengungkap alasan mengapa berat badan tidak turun meskipun sudah diet. Dilansir dari Livestrong, Sabtu, 10 April 2021, berikut lima di antaranya. 

    1. Metabolisme telah beradaptasi

    Jika sudah terbiasa membatasi makanan demi mengurangi berat badan, tubuh akan beradaptasi sehingga hanya dapat membakar lebih sedikit kalori.

    "Ketika kita mengonsumsi kurang dari biasanya, tubuh kita tahu bahwa ia menerima lebih sedikit energi. Ia merespons ini dengan 'beradaptasi' dan membakar lebih sedikit energi saat istirahat," jelas pakar gizi Kylie Ivanir. 

    Dia menyarankan meningkatkan massa otot untuk meningkatkan laju metabolisme basal yang dapat membantu memulai penurunan berat badan lebih lanjut.

    2. Lebih lapar setelah olahraga 

    Ketika olahraga sudah menjadi bagian dari rutinitas, ada kemungkinan berat badan juga terasa lebih sulit turun. Alasannya, kebanyakan orang makan lebih banyak setelah olahraga, melebihi kalori yang mereka bakar. 

    "Meskipun mengonsumsi makanan pasca-olahraga yang tepat penting untuk pemulihan, konsumsi berlebihan ini sering kali membuat orang keluar dari defisit kalori yang penting untuk menurunkan berat badan," kata Ivanir.

    3. Terlalu banyak makan makanan diet

    Ketika diet hanya membolehkan makan makanan tertentu, bukan berarti makanan itu bisa dimakan sebanyak mungkin. Ivanir mengatakan bahwa banyak orang yang menjalani diet rendah karbohidrat atau ketogenik yang akhirnya makan terlalu banyak makanan berkalori tinggi.

    "Camilan pilihan populer di antara mereka yang berfokus pada pengurangan konsumsi karbohidrat adalah kacang-kacangan. Meskipun kacang-kacangan dan selai kacang sangat bergizi, mereka kaya akan kalori, yang dapat membuat orang kelebihan kalori," kata Ivanir.

    Baca juga: 4 Alasan Diet Tinggi Protein Tetap Bisa Bikin Berat Badan Naik

    4. Asupan serat berkurang

    Mengurangi karbohidrat kaya serat untuk menurunkan berat badan bisa merugikan dalam jangka panjang. 

    "Jika tidak makan cukup serat, kemungkinan Anda akan mengidam gila di antara waktu makan atau harus makan lebih banyak kalori agar tetap kenyang," kata Megan Byrd, pakar diet terdaftar di Oregon, Amerika Serikat. 

    5. Terjebak dalam siklus kekurangan 

    Mentalitas hitam dan putih dalam hal penurunan berat badan menjadi alasan sulitnya menurunkan berat badan, bahkan jika diet sangat mudah di masa lalu. Emma Townsin, ahli diet dari Inggris mengatakan, siklus pembatasan makan biasanya dilakukan dengan pendekatan makan atau tidak sama sekali. Banyak orang yang menghindari makanan yang dianggap buruk, lalu memakannya sampai merasa tidak nyaman ketika sangat menginginkannya. Jadi, sebaiknya jangan terlalu keras terhadap diri sendiri. 

    "Kita tidak bisa memaksakan diri untuk keluar dari siklus pembatasan makan untuk mengurangi berat badan, karena itu justru mengarahkan pada makanan itu," kata dia. 



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H