Mengenal Kista Ovarium yang Sempat Diidap Aurel Hermansyah, Kini Sudah Hilang

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Paling kiri) Aurel Hermansyah mengunggah foto pertamanya dengan suami, Atta Halilintar, di Instagram. Instagram/@aurelie.hermansyah

    (Paling kiri) Aurel Hermansyah mengunggah foto pertamanya dengan suami, Atta Halilintar, di Instagram. Instagram/@aurelie.hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum menikah pada 3 April 2021, Aurel Hermansyah sempat menjalani pemeriksaan kesehatan. Dalam pemeriksaan itu, dokter menyatkan kondisi Aurel baik, hanya terdapat kista pada rahimnya.

    Aurel Hermansyah kembali melakukan pemeriksaan kesehatan setelah menikah karena ingin memulai program hamil. Dalam unggahan video di Instagram suaminya, Atta Halilintar, Selasa, 6 April 2021, Aurel tampak menjalani pemeriksaan menggunakan ultrasonografi atau USG untuk melihat kondisi rahimnya. 

    “Semangat sayang, semoga kandungan kamu sehat jadi kita bisa punya anaknya sehat. Amin… doain yang terbaik ya teman-teman,” kata Atta dalam video itu.

    Atta menambahkan pada keterangan bahwa terakhir dicek, Aurel memiliki kista. Dia sempat berpikir bahwa istrinya akan menjalani operasi. Tapi di luar dugaan, kista ovarium yang sebelumnya terlihat kini tidak ada.

    “Ternyata Alhamdulillah kuasa Allah, doa kita didengar. Kistanya hilang insyaallah sehat, bisa menyambut buAHHAti kita nanti ya, sayang. Insyaallah i'll be by your side through good and bad times,” tulis Atta Halilintar dengan tambahan emoji hati.

    Dilansir dari WebMD, kista ovarium adalah kantong padat atau berisi cairan di dalam atau di ovarium. Kondisi ini umum terjadi, terutama pada wanita yang sedang hamil atau yang belum mengalami menopause. Kebanyakan kista tidak menimbulkan sakit dan tidak bahaya. Biasanya kista sembuh sendiri tanpa pengobatan.

    Namun, kista bisa jadi masalah ketika tak kunjung hilang atau membesar sehingga menyakitkan. Kista yang ganas juga bisa memicu kanker, tapi ini sangat jarang terjadi.

    Baca juga: 5 Penyebab Mual setelah Bercinta, Awas Kista Ovarium dan Endometriosis

    Kebanyakan kista ovarium berukuran kecil dan tidak menimbulkan masalah. Jika ada gejala, rasanya antara lain tekanan, kembung, bengkak, atau nyeri di satu sisi perut bagian bawah. Nyeri ini mungkin tajam atau samar, dan bisa datang dan pergi.

    Sebagian perempuan cenderung mengalami kista ovarium. Faktor risikonya antara lain masalah hormonal. Seorang perempuan yang mengonsumsi obat kesuburan clomiphene (Clomid) untuk membantu berovulasi berisiko lebih tinggi mengalami kista.

    Kehamilan juga bisa terbentuk karena kehamilan. Kista yang terbentuk selama ovulasi ini mungkin tetap berada di ovarium selama hamil dan setelah setelah kehamilan.

    Endometriosis, ketika sel-sel yang biasanya melapisi bagian dalam rahim tumbuh di luarnya juga bisa jadi penyebabnya. Sel-sel yang membandel ini dapat menempel pada ovarium dan menyebabkan kista tumbuh. Infeksi panggul yang parah jika ini menyebar ke rahim pun bisa menyebabkan kista.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.