Studi : Kebanyakan Konsumsi Gula Membuat Anak Kesulitan Belajar

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi camilan manis atau permen (Pixabay.com)

    Ilustrasi camilan manis atau permen (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak-anak selalu suka hidangan manis. Dari cokelat hingga jus buah, mereka selalu menyukainya. Tapi tahukan Anda bahwa makanan yang dimaniskan dengan gula bisa memperlambat fungsi ingatannya? 

    Menurut sebuah penelitian, memberikan terlalu banyak gula pada anak bisa membuat mereka berpikir lamban dan berdampak pada kemampuan belajarnya. Konsumsi minuman yang manis karena gula selama masa remaja mengganggu proses belajar dan tugas-tugas memori selama masa dewasa. Temuan studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal Translational Psychiatry.

    Penelitian yang dilakukan University of Georgia, Amerika Serikat, bekerja sama dengan kelompok penelitian University of Southern California menunjukkan hal tersebut melalui percobaan dengan hewan pengerat. 

    Kelompok tersebut lebih lanjut menunjukkan bahwa perubahan bakteri di usus mungkin menjadi kunci gangguan memori yang diinduksi gula.

    ADVERTISEMENT

    Baca juga: 6 Makanan yang Memicu Jerawat, Paling Umum Gula Tambahan

    Mendukung kemungkinan ini, mereka menemukan bahwa defisit memori serupa diamati bahkan ketika bakteri, yang disebut Parabacteroides, secara eksperimental diperkaya dalam usus hewan yang tidak pernah mengonsumsi gula.

    Analisis tambahan menentukan bahwa konsumsi gula yang tinggi menyebabkan peningkatan kadar Parabacteroides di mikrobioma usus, lebih dari 100 triliun mikroorganisme di saluran pencernaan yang berperan dalam kesehatan dan penyakit manusia.

    “Gula pada kehidupan awal meningkatkan kadar Parabacteroides, dan semakin tinggi kadar Parabacteroides, semakin buruk hewan melakukan tugasnya,” kata Emily Noble, asisten profesor di UGA College of Family and Consumer Sciences yang menjabat sebagai penulis utama di makalah tersebut. 

    Noble menambahkan bahwa bakteri saja sudah cukup untuk merusak memori dengan cara yang sama seperti gula, tetapi juga merusak jenis fungsi memori lainnya.

    "Konsumsi gula pada masa awal tampaknya secara selektif mengganggu pembelajaran dan memori hipokampus mereka," kata Noble.

    The Dietary Guidelines for Americans, sebuah publikasi bersama dari Departemen Pertanian AS dan Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, merekomendasikan untuk membatasi gula tambahan hingga kurang dari 10 persen kalori per hari.

    Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menunjukkan orang Amerika berusia antara 9-18 tahun melebihi rekomendasi itu, sebagian besar kalori berasal dari minuman manis yang berasal dari gula.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.