Risiko Mengonsumsi Rumput Fatimah untuk Memperlancar Persalinan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil yang bahagia. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu hamil yang bahagia. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumput fatimah atau Labisia Pumila dikenal sebagai salah satu tanaman herbal yang sering dikonsumsi perempuan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini berupa semak yang biasanya dijual setelah dikeringkan. Meskipun sudah dikeringkan selama puluhan tahun, tanaman ini bisa mekar kembali ketika direndam air. 

    Air rendaman tanaman ini dipercaya dapat meningkatkan libido dan meredakan gejala pascamenopause. Khasiat yang paling dipercaya dari tanaman ini adalah dapat memperlancar persalinan. 

    Namun, khasiat tanaman itu masih diragukan. Sebab, ada risiko kontraksi berlebihan yang membahayakan ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

    Dokter spesialis kebidanan dan kandungan di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Alvin Setiawan, mengatakan bahwa penelitian ilmiah tentang rumput fatimah belum banyak.

    ADVERTISEMENT

    “Tapi rumput fatimah dipercaya mengandung zat yang menyerupai hormon oksitosin yang berperan pada kontraksi rahim,” kata dia saat dihubungi Tempo.co, Rabu, 31 Maret 2021.

    Hormon oksitosin menjadi salah satu pilihan dokter untuk induksi saat proses persalinan. Induksi biasanya dilakukan saat waktu persalinan sudah tiba, namun kontraksi dan pembukaan leher rahim belum juga terjadi. Hormon ini bekerja dengan membuat rahim berkontraksi dan meningkatkan kekuatannya.  

    Baca juga: Cara Alami Merangsang Kontraksi saat Hari Persalinan semakin Dekat

    Menurut laman Healthline, pitocin atau bentuk sintetis hormon oksitosin diberikan melalui infus secara bertahap sampai ibu yang akan melahirkan mengalami kontraksi teratur setiap 2 hingga 3 menit. Namun, pitocin hanya diberikan ketika sudah terjadi pembukaan.

    Masalahnya, minum air rendaman rumput fatimah pun tak boleh sembarangan. Menurut Alvin, jika diminum dengan kadar yang berlebihan, akan timbul kontraksi berlebih yang tidak bisa dikurangi kembali.

    “Hormon oksitosin yang dipergunakan pada saat proses induksi atau augmentasi persalinan digunakan dalam bentuk infus, sehingga bila sewaktu-waktu timbul kontraksi berlebih bisa dikurangi kadarnya dengan segera,” kata dia.

    Menurut dia, kontraksi berlebih justru tidak efektif untuk pembukaan rahim serta persalinan, bahkan cenderung berbahaya. Alasannya, itu bisa menyebabkan rahim robek dan mengurangi aliran kadar oksigen ke janin yang membahayakan ibu maupun janin yang dikandungnya. Itu sebabnya banyak dokter tidak merekomendasikan penggunaan rumput fatimah pada ibu hamil. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?