Libra dan 3 Zodiak yang Sering Menunda Pekerjaan, Awas Beban Bertumpuk

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bekerja (pixabay.com).jpg

    Ilustrasi bekerja (pixabay.com).jpg

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebiasaan menunda apa pun banyak ruginya. Jika itu pekerjaan maka Anda akan mendapat beban setumpuk, sedangkan jika itu makan maka Anda akan mudah sakit. Dan, empat zodiak ini termasuk orang yang berpotensi mendapatkan kerugian itu. 

    Kebiasaan menunda biasanya dilakukan dengan sengaja dan tanpa alasan yang jelas. Harapannya penundaan ini tidak menimbulkan masalah. Tapi kenyataannya? Lebih banyak ruginya daripada untungnya. 

    Berikut 4 zodiak yang punya kebiasaan menunda-nunda, menurut laman Pink Villa, Sabtu, 27 Maret 2021. 

    1. Taurus

    ADVERTISEMENT

    Taurus tidak dilahirkan untuk bekerja keras. Mereka bekerja bukan untuk kemuliaan, melainkan sekadar menyelesaikan kewajiban. Karena itu, mereka suka bersantai dan dikelilingi oleh kemewahan.

    2. Libra

    Libra punya jadwal sendiri. Jika mereka tidak ingin bekerja pada waktu tertentu, mereka tidak akan melakukannya meskipun pekerjaan itu sangat penting. Mereka bekerja ketika sedang mood. Itu sebabnya mereka seolah hidup di dunia mereka sendiri.

    Baca juga: Zodiak Taurus dan Virgo Serasi Saling Memberikan Kenyamanan Satu Sama Lain

    3. Aquarius

    Aquarius selalu meragukan diri sendiri dan tindakan mereka. Mereka terlalu memikirkan segalanya. Kebiasaan ragu-ragu inilah yang membuat mereka mempertanyakan setiap gerakan mereka. Kalau bisa menundanya, kenapa tidak? 

    4. Sagitarius

    Karena Sagitarius pada dasarnya kreatif dan inovatif, mereka memiliki banyak sekali ide di kepala. Sayangnya mereka tidak tahu harus mulai dari mana. Zodiak ini lebih sering kewalahan karena banyaknya ide tersebut. Walhasil, mereka memilih menunda menyelesaikannya. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?