Kaya Antiokisdan Ini 3 Manfaat Minyak Alpukat untuk Kulit

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Minyak Alpukat. Freepik.com/Freepic.diller

    Minyak Alpukat. Freepik.com/Freepic.diller

    TEMPO.CO, Jakarta - Alpukat adalah makanan kaya manfaat. Selain enak dimakan, dioleskan di atas roti panggang atau dicampur ke dalam smoothie pagi, alpukat juga bermanfaat untuk perawatan kulit. Manfaat minyak alpukat untuk kulit secara keseluruhan dari melembabkan hingga mengurangi peradangan.

    "Minyak alpukat memiliki banyak manfaat untuk kulit karena molekul bioaktifnya, termasuk asam lemak, folat, vitamin C, dan vitamin E," kata dokter kulit bersertifikat Hadley King, seperti dilansir dari laman Well and Good. "Vitamin C dan E adalah antioksidan kuat yang dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dari sinar UV dan polusi. Dan asam lemak sangat bagus untuk melembabkan dan menutrisi pelindung kulit. Minyak alpukat juga memiliki sifat anti-inflamasi."

    Berikut ini manfaat minyak alpukat untuk kulit

    1. Melembabkan dan memperkuat pelindung kulit

    Seperti kebanyakan minyak, alpukat dikenal karena sifatnya yang melembapkan dan menutrisi. Dioleskan di atas kulit, bertindak sebagai oklusif untuk menutup hidrasi dan mencegah kehilangan air transepidermal. Menurut penelitian, "ini adalah sumber pengayaan yang sangat baik untuk kulit kering, rusak, atau pecah-pecah." Studi yang sama menemukan bahwa asam oleat dalam minyak alpukat membantu meningkatkan sintesis kolagen, yang membantu tubuh Anda menumbuhkan sel-sel kulit baru yang sehat dan mengarah ke pelindung kulit yang lebih kuat secara keseluruhan. Selain itu, karena bahan ini kaya akan lemak sehat, bahan ini juga akan membantu memperkuat lapisan ganda lipid pada kulit Anda.

    ADVERTISEMENT

    2. Mengurangi peradangan

    Penelitian telah menunjukkan bahwa alpukat dapat bertindak sebagai anti-inflamasi yang kuat dengan mengurangi jumlah sel inflamasi di kulit Anda selama proses penyembuhan luka, yang berarti bahan tersebut dapat membantu menenangkan kondisi kulit yang meradang seperti eksim, dermatitis, dan bahkan jerawat.

    3. Melindungi dari kerusakan akibat radikal bebas

    Berkat fakta bahwa alpukat dikemas dengan vitamin C dan E, alpukat bertindak sebagai antioksidan kuat untuk melindungi kulit Anda dari kerusakan akibat radikal bebas dari penyebab stres lingkungan seperti sinar UV dan polusi.

    Karena minyak alpukat adalah minyak, Anda harus berhati-hati saat mengaplikasikannya pada kulit berminyak atau berjerawat. "Kulit kering yang tidak mudah berjerawat akan mendapat manfaat paling besar dari minyak alpukat," kata Dr. King. "Tetapi jika Anda memiliki kulit yang rentan berjerawat, minyak alpukat dapat menyebabkan penyumbatan pori-pori dan memperburuk jerawat."

    Baca juga: Manfaat Minyak Alpukat untuk Rambut, Menutrisi dan Membersihkan Ketombe

    Dia menjelaskan bahwa minyak alpukat lebih melembabkan daripada minyak argan tetapi juga lebih bersifat komedogenik atau penyumbatan pori. Namun, ini kurang oklusif dibandingkan minyak kelapa, jadi jika Anda sangat beruntung menggunakannya sebagai pelembut kulit, Anda harus aman untuk mendapatkan manfaat kulit dari minyak alpukat tanpa harus terlalu khawatir. Carilah minyak alpukat organik, tidak dimurnikan, dan diperas dingin untuk memastikan Anda mendapatkan yang terbaik dari bahan yang ditawarkan. Dan jika Anda menggunakan produk yang telah diformulasikan dengan minyak alpukat (bukan minyak murni itu sendiri) kemungkinan besar sudah cukup diencerkan sehingga tidak akan menimbulkan masalah.

    Menurut Dr. King, "minyak alpukat dapat dioleskan langsung ke kulit sebagai pelembab, atau dapat digunakan dalam konteks banyak produk perawatan kulit yang memasukkannya sebagai bahan, termasuk pembersih, serum, pelembab, minyak wajah dan minyak tubuh


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.