Faktor yang Bikin Bekerja dari Rumah Lebih Semangat Menurut Studi

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita bekerja dari rumah. Freepik.com/Jcomp

    Ilustrasi wanita bekerja dari rumah. Freepik.com/Jcomp

    TEMPO.CO, Jakarta - Ingin meningkatkan produktivitas Anda selama bekerja dari rumah? Sebuah studi baru menemukan bahwa menjadi lebih efisien (dan bahagia) di rumah mungkin bergantung pada perasaan Anda tentang ruangan tempat Anda bekerja.

    Menurut penelitian baru dari OnePoll atas nama Aera - yang mensurvei 2.000 peserta - 39 persen orang Amerika mengatakan emosi dan suasana hati mereka sangat dipengaruhi oleh lingkungan terdekat mereka, dan 25 persen mengklaim lingkungan mereka dapat "sepenuhnya" mengubah perasaan mereka.

    Pemengaruh suasana hati yang paling banyak dikutip oleh peserta termasuk seberapa bersih atau rapi sebuah ruangan, bagaimana baunya, dan berapa suhunya.

    Tepat setengahnya percaya bahwa mereka menjadi lebih berprestasi ketika menghadapi dinding yang benar-benar kosong di rumah mereka saat bekerja, dan 53 persen mengatakan mereka tidak dapat mendengarkan lirik atau suara kata yang diucapkan seperti podcast saat bekerja. Dan jika sesuatu di ruangan itu tidak pada tempatnya, 66 persen mengatakan mereka tidak dapat memikirkan hal lain sampai diperbaiki.

    Peserta juga membagikan cara mereka memastikan mereka dapat bersantai di rumah mereka - terutama karena bekerja dari rumah menjadi lebih umum.

    Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 78 persen orang menggunakan rutinitas tertentu atau bekerja di ruang tertentu di rumah mereka untuk merasa lebih santai, termasuk 84 persen boomer (berusia 57+) dan 67 persen milenial (usia 25–40).

    Tujuh puluh lima persen mengatakan mereka perlu merasa "nyaman" untuk rileks, dan 40 persen menikmati makanan ringan atau minuman sebagai bagian dari proses menghilangkan stres.

    Bagi 45 persen dari keseluruhan responden, kamar tidur adalah tempat mereka merasa paling rileks - tetapi bagi 25 persen, kamar tidur adalah tempat yang paling mereka anggap produktif.

    Unsur-unsur lain juga ditemukan berfungsi sebagai pemacu suasana hati tugas ganda; 65 persen mengatakan mereka menemukan warna biru "menenangkan" dan 39 persen menganggapnya "memberi energi", sementara 55 persen dan 47 persen, masing-masing, mengatakan hal yang sama tentang aroma kayu manis.

    "Melibatkan indra adalah salah satu peretasan otak yang paling mudah dan efektif," kata Sandra Barvaux, VP of Fragrance di Aera, seperti dilansir dari laman People. "Sistem penciuman, terutama, karena paling dekat hubungannya dengan pusat emosi di otak. Bahkan perubahan kecil dan sederhana dalam suatu lingkungan dapat sangat memengaruhi suasana hati dan produktivitas."

    Baca juga: 6 Tips untuk Introvert Mengatasi Kelelahan Bekerja dari Rumah

    Bavaux melanjutkan, bagaimana sesuatu terlihat mungkin hal pertama yang Anda perhatikan, memikirkan bagaimana rasanya, bau dan suara sama pentingnya ketika mempertimbangkan suasana keseluruhan yang akan membantu menciptakannya di rumah Anda.

    Sejak krisis COVID-19 pertama kali dimulai pada Maret 2020, 66 persen orang yang disurvei mengatakan bahwa mereka telah berupaya lebih untuk mengoptimalkan cara rumah mereka membuat mereka merasa nyaman. Bagi 23 persen orang yang dilaporkan membeli furnitur dalam 12 bulan terakhir, kenyamanan adalah prioritas terbesar ketika bekerja dari rumah. Enam puluh satu persen membeli tempat duduk yang nyaman seperti sofa, sementara 48 persen membeli meja atau kursi kantor. Namun, lebih dari sepertiga telah membeli barang dekoratif atau aksen baru, termasuk 40 persen wanita dibandingkan dengan 30 persen pria. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.